Ilustrasi rokok ilegal

Pamekasan, (Media Madura) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengaku kesulitan mendeteksi keberadaan perusahaan atau tempat produksi rokok ilegal yang selama ini terus merajalela di wilayah itu.

Kasi Pengawasan Barang Beredar Disperindag Pamekasan, Nurul Hidayati mengatakan, sulitnya menemukan pabrik rokok ilegal tersebut lantaran tidak mencantumkan alamat perusahaan. Dia mendunga, ada kemungkinan disuplai dari luar Madura.

“Pabrik rokok ilegal tidak mencantumkan alamatan, makanya sulit dideteksi,” katanya, Sabtu (6/4/2019).

Nurul menambahkan, sepanjang Januari hingga April tahun 2019, instansinya telah menyita tujuh merek rokok ilegal, tepatnya di pasar 17 Agustus, Kelurahan
Bugih.

“Kalau di tahun 2019 di pasar 17 Agustus, karena operasi masih di dalam pasar,” tambahnya.

Lanjutnya, untuk peredaran rokok ilegal di daerah bumi berslogan Gerbang Salam sepanjang tahun 2018 itu, pihaknya menyita 95 sampel rokok ilegal dari berbagai kecamatan yakni di Kecamatan Larangan, Batumarmar dan Kecamatan Waru.

Dikatakan, pihaknya memiliki tugas untuk melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat agar tidak menjual dan memproduksi rokok secara ilegal. Sementara untuk penyitaan rokok ilegal secara besar-besaran merupakan kewenangan bea cukai.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.