Pamekasan, (Media Madura) – Sebanyak 11 Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur tidak mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Perwakilan Pamekasan, Slamet Goestiantoko, 11 siswa tersebut sejak awal pelaksanaan tidak mengikutinya dengan berbagai alasan.

“Pada pelaksanaan, ada 11 siswa yang tidak ikut mulai awal, ya kalau tetap tidak ikut dipastikan tidak dapat nilai,” katanya, Kamis (4/3/2019) usai melaksanakan pemantauan pelaksanaan UNBK di beberapa sekolah pelaksana.

Sementara itu, tambah Slamet, ada 3 orang siswa dengan alasan sakit. Ketiganya itu akan diikutkan pada UNBK susulan.

“Laporan ke kami 3 siswa sakit, mudah-mudahan sampai akhir pelaksanaan nanti tidak ada kendala sedikitpun,” terangnya.

Di bumi Gerbang Salam ini ada 14.000 peserta UNBK tingkat SMA/MA/SMK Negeri dan Swasta. SMA ada 77 lembaga dengan siswa 4317, MA 101 lembaga jumlah siswa 6109 dan sisanya SMK.

“Penyelenggara masih 80 persen mandiri untuk pelaksanaan tahun depan sudah berkomitmen dengan Kemenag bisa 100 persen UNBK,” tutur Slamet.

Selama ini UNBK masih ada beberapa kendala, seperti sekolah yang belum memiliki sarana, atau sekolah yang belum ada listrik, terutama sekolah-sekolah baru yang tidak ada aliran listrik dan jaringan internet.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.