Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, bakal memberlakukan kebijakan baru untuk memenuhi ketersedian ruang terbuka hijau (RTH). Yaitu penanaman pohon bagi setiap pasangan yang akan menikah.

“Pemerintah masih menyiapkan regulasi sebelum menerapkan kebijakan itu, jadi warga yang menikah harus tanam dua pohon,” ujar Plt Kepala DLH Sampang Faisol Ansori, Senin (4/3/2019).

Faisol mengatakan, saat ini di Sampang RTH kategori publik masih 10 persen dan memiliki 7 taman dengan luas total taman 1,4 hektare. Kebijakan ini akan bekerjasama dengan Kemenag Sampang.

“Nanti itu menjadi salah satu syarat untuk pengambilan buku nikah, sebelum menanam dua pohon tidak bisa diambil buku nikahnya,” jelasnya.

Penanaman pohon bisa diserahkan ke Pemkab Sampang atau ditanam sendiri di halaman rumahnya (RTH privat). DLH akan melakukan pendataan terkait RTH privat.

“Ketentuannya RTH publik dan privat setelah digabung mencapai 30 persen,” tuturnya.

Sementara Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, menyampaikan target perbaikan taman kota harus selesai dalam satu bulan. Ada tiga taman yang menjadi prioritas yakni taman kota depan kantor Pemkab, monumen, dan taman Wijaya Kusuma.

“Segala bentuk kegiatan yang mendukung terhadap upaya perbaikan Kabupaten Sampang pasti kami setujui, kami akan buat terobosan baru, Sampang harus lebih indah,” singkatnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.