Keluarga korban Moh Hasan dan mantan terpidana kasus kematian saat tiba di Polres

Sumenep, (Media Madura) – Penanganan kasus kematian Moh Hasan, warga  Dusun Panyepen, Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dinilai janggal.

Uniknya, hal itu diutarakan keluarga korban dan dua mantan terpidana (sudah menjalani hukuman), Misnal (55) dan Rofiqi (35). Kedua belah pihak kompak mendatangi Polres Sumenep, Kamis (28/2/2019).

Tujuan kedatangan keluarga yang didampingi pengacarnya bermaksud menghadap Kapolres Sumemep, AKP Muslimin. Mereka ingin minta keadilan, karena versi mereka terdapat kejanggalan dalam proses penyidikan kasus tersebut. 

Pertama, keluarga korban berkeyakinan bahwa korban meninggal bukan karena kesetrum sebagaimana diungkapkan polisi, melainkan karena dibunuh oleh orang lain, lalu dibuang di pematang sawah, dimana menjadi TKP ditemukannya korban.

“Banyak dugaan kejanggalan yang terkesan dikesampingkan oleh penyidik. Salah satu kejanggalan, penyidik tidak pernah mencocokkan darah yang ditemukan di salah satu tegalan bekas gedung sekolah yang tak jauh dari lokasi ditemukannya korban,” terang pengacara keluarga, Bambang Hodawi.

Bambang mengaku telah menyampaikan fakta tersebut kepada penyidik, tetapi tidak pernah diperhatikan. Bahkan, seseorang yang diduga bersama korban pada malam kejadian oleh penyidik tidak pernah diperiksa, meski namanya di BAP muncul.

“Kami sudah minta, tetapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap tidak dihadirkan. Termasuk juga saksi ahli dari PLN juga tidak hadir dalam persidangan, kasus ini diputus begitu saja, tanpa ada keadilan buat keluarga dan terhadap orang yang menemukan dan juga pemilik sawah,” tukasnya.

Tetapi sayang, upaya mereka tak menemui hasil lantaran Kapolres tidak berada di tempat. Kabag Humas Polres Sumenep AKP, Moh Heri mengatakan, bahwa Kapolres tidak bisa menemui karena saat ini ada di Mapolda Jawa Timur.

“Sekarang Pak Kapolres sedang menjalankan tugas di Polda Jatim. Kalau ada suratnya kami akan agendakan kembali di lain waktu,” ungkapnya. 

Seperti yang pernah diberitakan media ini, Moh Hasan ditemukan meninggal dunia di sebuah lahan kosong milik Misnal dalam kondisi tubuh luka bakar, Kamis (1/3/2018) lalu.

Versi Polisi, Hasan diduga meninggal karena tersengat listrik dari perangkap monyet, sehingga penyidik menetapkan dua tersangka, yakni Ahmad Kacong alias H Rofiqi selaku penggarap lahan dan Misnal (55) selaku pemilik lahan. Mereka divonis 5 bulan dan saat ini sudah bebas.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.