Kantor DPRD Kabupaten Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur meminta program bantuan bibit tidak hanya direalisasikan di wilayah daratan saja.

Pasalnya, lahan produktif di kepulauan juga sangat luas, sehingga bantuan tersebut juga diharapkam dapat tersalurkan kepada petani yang ada di kepulauan.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Badrul Aini mencontohkan, bantuan bibit penanaman kedelai seluas 100 ribu hektar tahun ini. Ia berharap dapat disebar ke petani di kepulauan. 

Sebab, di wilayah kepulauan lahan pertanian dinilai juga sangat luas. bahkan kualitas tanahnya bisa melebihi kualitas tanah yang ada di wilayah daratan.

“Jadi program ini juga bisa masuk ke kepulauan, sehingga ini menjadi peluang supaya lahan di kepulauan juga bisa tergarap dengan menanam kedelai,” ujarnya, Rabu (20/2/2019).

Menurut politisi PBB itu, lahan persawahan lebih banyak di kepulauan dibandingkan di daratan. Lahan persawahan yang dimaksud adalah di kepulauan Kangean. Bahkan, luas lahan pertanian berupa sawah mencapai sekitar 70 persen.

Memang, lahan-lahan produktif untuk bisa ditanami kedelai tersebar di beberapa Kecamatan. Tapi di Kecamatan yang ada di kepulauan juga sangat layak untuk ditanami kedelai untuk mejalankan program tersebut.

“Tapi kendalanya adalah ketersediaan air sehingga ini juga harus dipikirkan supaya ada pengeboran juga,” ungkapnya.

Untuk diketahui, tahun ini Pemerintah Kabupaten Sumenep memiliki program bantuan bibit kedelai sebanyak 100 hektar. Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok tani, per hektarnya diperkirakanakan mendapat bantuan Rp 1.285.500.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.