Rombongan kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI saat sidak titik pompa air penanggulangan banjir di Desa Panggung, Kota Sampang, Rabu (6/2/2019). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI Djakfar Shodiq, mengungkapkan untuk penanggulangan bencana banjir tahunan yang kerap merendam Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 600 miliar. Dana itu digunakan berbagai hal, mulai pembebasan lahan maupun pembangunan sodetan.

“Kami sepakat dana Rp 600 miliar atau hampir Rp 1 triliun ini diperjuangkan untuk mengatasi banjir Sampang, kami sudah meminta kepada Presiden agar segera dibantu setidaknya anggaran itu supaya Sampang tuntas dan bebas banjir,” ujar Djakfar Shodiq di Sampang usai sidak titik pompa air penanggulangan banjir, Rabu (6/2/2019).

Kata Djakfar, dana Rp 600 miliar ini meliputi, Rp 200 miliar untuk pembebasan lahan, Rp 400 miliar untuk pembangunan sodetan dengan lebar 73 kilometer dan panjang 7 kilometer.

Menurutnya, permintaan pemerintah pusat sudah siap menggelontarkan dana Rp 400 miliar, asalkan Pemkab Sampang mampu menyediakan Rp 200 miliar untuk pembebasan lahan.

“Maka itu kami ingin mencoba dan meminta ke pemerintah pusat dana itu sekalian digelontarkan dengan aturan khusus dilandasi melalui Keppres, jangan terbelit birokrasi misalnya sungai tanggungjawab provinsi dan lainnya itu tidak akan selesai,” tutur Djakfar.

Politisi Partai NasDem Dapil Madura ini menuturkan, saat ini upaya penanggulangan banjir dinilai masih belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Meski pemerintah telah menganggarkan pembangunan instalasi pompa air sebesar Rp 50 miliar.

Sebab, secara keseluruhan dibutuhkan sekitar 413 meter kubik untuk menampung debit air Sungai Kali Kamuning agar tidak meluap dan menyebabkan banjir.

“Sekarang sungai ini masih menampung sekitat 200 meter kubik, masih kurang dan masih separuh,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, selain faktor geografis, faktor lain yang menyebabkan banjir ialah lingkungan hidup.

“Di daerah utara itu terjadi hutan gundul, sungai yang semula selebar 15 meter terjadi penyempitan menjadi 2 meter, sehingga tidak bisa menampung, akibatnya terjadi banjir dengan intensitas tinggi,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.