Ketua Forum Calon Kepala Sekolah Ber-NUKS SMP Sumenep, Rb. Roeska Pandji Adinda.

Sumenep, (Media Madura) – Sejumlah guru SMP Negeri yang tergabung dalam Forum Calon Kepala Sekolah Ber-Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) mendatangi kantor DPRD Sunenep, Jumat (1/2/2019).

Mereka datang ke Komisi I untuk mengeluhkan pelantikan Kepala SMP oleh Bupati Sumenep, A Busyro Karim di Gedung Korpri, Kamis (3/1/2019) lalu.

Versi mereka, petugas pegukuhan kepsek tersebut ada yang tidak beres, karena justru banyak calon kepala SMP yang gagal dilantik.

“Kami mempertanyakan, apakah pengangkatan Kepala SMP itu melalui mekanisme dan berdasarkan regulasi yang benar atau tidak?,” kata Ketua Forum Calon Kepala Sekolah Ber-NUKS SMP Sumenep, Rb. Roeska Pandji Adinda usai audiensi.

Sebab menurut Roeska, masa tugas dan periodesasi Kepala SMP dan SDN di Sumenep tidak sama, antara bulan dan tahun pengangkatan.

“Dari data yang kami dapat, berdasarkan dasar hukum dan regulasi yang ada, untuk pengukuhan, pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat kepala sekolah SMP, dari 39 orang yang dilantik ada yang memang menjabat kepala sekolah,” ungkapnya.

Padahal, sambung Kepsek SMP di Batuputih itu, SK kepala sekolah yang bersangkutan sudah berakhir. Ada yang berakhir 2016, 2017 dan ada juga yang berakhir Oktober 2018.

Karenanya, pihaknya meminta pengangkatan dan pelantikan tersebut dilakukan peninjauan ulang, termasuk masalah penempatan kepala sekolah yang harus sesuai zonasi atau domisili.

“Artinya kan Bupati melantik Kepsek kadaluarsa, kalau sudah berakhir ngapain dilantik. Nah, itu yang kami minta melalui dewan untuk ditinjau ulang,” pintanya.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Hamid Ali Munir berjanji akan meninjaklanjuti aspirasi yang disampaikan para calon kepala sekolah. “Nanti kami tindaklanjuti dengan memanggil pihak BKPSDM,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.