Kantor DPRD Kabupaten Pamekasan (dok/mm)

Pamekasan, (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distan PHP) setempat memverifikasi ulang 24 kelompok tani (poktan) penerima bantuan karena dianggap janggal.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, selain janggal, Harun menuding dinas terkait main mata dengan 24 poktan tersebut.

“Kami menduga ada kongkalikong di bawah, datanya banyak yang janggal, makanya perlu diverifikasi ulang,” katanya, Minggu (27/1/2019).

Sebanyak 24 poktan itu, tambah Harun, terbagi menjadi calon penerima tiga item bantuan. Yakni, 6 poktan calon penerima bantuan program penerapan inovasi teknis melalui pengembangan varietas tembakau dengan total anggarannya Rp 150 juta dengan volume sasaran 6 hektare lahan.

“5 poktan diplot menerima bantuan program penerapan pembudidayaan sesuai dengan GAP tembakau. Anggaran total mencapai Rp 360 juta,” tambahnya.

Kemudian, 13 poktan diplotting bakal menerima bantuan program penumbuhan dan penguatan kelembagaan melalui pelatihan budi daya tembakau. Total anggarannya Rp 490 juta.

“Rekomendasi ini bukan untuk menghambat realisasi program. Tetapi, semata-mata agar program tersebut berjalan sesuai aturan. Kami harus memastikan bahwa program pemerintah tepat sasaran,” tambah Harun.

Menanggapi hal itu, Kabid Sarana dan Prasarana Penyuluhan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distan PHP) Pamekasan, Aziz Jamil mengatakan berjanji akan mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan dewan.

“Kami akan mengikuti rekomendasi DPRD,” katanya singkat.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.