Cover Tabloid Indonesia Barokah

Pamekasan, (Media Madura) – Tabloid “Indonesia Barokah”, semakin banyak masuk ke Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Jika hari Jumat kemarin hanya 488 eksemplar, hari ini bertambah menjadi 910 eksemplar. Semuanya dalam keadaan utuh dibungkus amplop berwarna cokelat.

Namun PT POS Pamekasan, menahan untuk tidak disebarkan Tabloid Indonesia Barokah tersebut, atas imbauan dari Kejaksaan Negeri Pamekasan, Kodim 0826 Pamekasan dan Polres Pamekasan.

“Tabloid Indonesi Barokah semakin banyak dan dilakukan penghentian penyebarannya, termasuk juga Tabloid Pesantren Kita,” kata Kepala Kantor PT Pos Pamekasan Wawan Sulistia, Sabtu (26/1/2019).

Dasar penghentian penyebaran ke alamat yang dituju Tabloid Pesantren Kita itu karena pihak keamanan dari Tentara Nasional Imdonesia (TNI), Polisi dan Kejaksaan menilai, ada konten berita di dalam tabloid itu beraroma politis.

“Padahal, nama institusi pengirim dan alamatnya jelas, tidak seperti Tabloid Indonesia Barokah,” tambah Wawan.

Tabloid Pesantren Kita, urai Wawan, dikirim secara resmi memakai prangko berbayar. Kop surat berikut nama institusi lengkap dengan alamatnya pengirim jelas. Menurut Wawan, kantor rayon PT Pos Jawa Timur belum ada perintah untuk melakukan penahanan tabloid tersebut.

“Saya tak tahu mengapa harus ditahan dulu, penahanan ini karena atas perintah aparat dan Bawaslu Pamekasan,” ujar Wawan.

Dikantor pos ada 101 bungkus tabloid yang sementara tidak disebarkan kepada alamat tujuan. Semua tabloid itu, tujuannya ke pesantren yang ada di Pamekasan. Per bungkus berisi lima eksemplar.

Sementara Komisioner Bawaslu Pamekasan, Sukma Umbara Tirta Firdaus mengatakan, soal tindak lanjut penyebaran dua macam tabloid itu menunggu hasil koordinasi dengan Bawaslu RI dan Dewan Pers, sementara ditahan dulu agar kondusifitas di Pamekasan aman.

“Masih koordinasi dulu, dugaan pasti ada,” kata Sukma singkat.

Reporter: Ahmad Rifqi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.