Ilustrasi

Pamekasan, (Media Madura) – Memasuki musin tanam, petani di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur khawatir terjadi kelangkaan pupuk.

Salah satu petani, Abd Wahid, warga Desa Sokalelah, Kadur, mengaku di daerahnya sekarang para petani sudah menanam padi, otomatis kebutuhan penyubur tanah itu meningkat.

“Semoga nanti pupuk tidak sulit seperti beberapa tahun lalu, biar pertumbuhan padi maksimal,” katanya, Jumat (25/1/2019).

Sementara Kasi Pupuk, pestisida, Alat, dan Mesin Pertanian Distan PHP Pamekasan R Deddy Dwi yudha Bakti mengatakan, kebutuhan pupuk bersubsidi pada musim tanam tahun 2019 totalnya, mencapai 47.667 ton.

“Kebutuhan pupuk sebanyak 47.667 ton bersubsidi, itu berdasarkan permintaan petani, ” katanya.

Kebutuhan tersebut, kata Deddy, sudah dituangkan dalam lampiran Surat Keputusan (SK) Kepala Distan PHP Nomor SK 521.1/71/432.321/2018. Alokasi kebutuhan itu bakal diusulkan kepada Pemprov Jatim untuk didistribusikan ke daerah.

“Usulan itu melalui kelompok tani (poktan) masing-masing. Kemudian, pemerintah merekapitulasi dan mengusulkan kepada Pemprov Jatim,” tambahnya.

Dia yakin, kebutuhan pupuk bersubsidi itu bakal terpenuhi secara optimal. Bahkan, jika pada perjalanannya terjadi kekurangan makan akan dilakukan koordinasi kembali dengan Pemprov.

“Bisa mengusulkan kembali sesuai tahapan yang berlaku,” tutup Deddy.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.