APK dipasang di zona terlarang bergambar salah satu Caleg Provinsi Jatim. (Foto: Ahmad Rifqi)

Pamekasan, (Media Madura) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan, Madura, Jawa Timur saling menyalahkan soal penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar. Salah satunya, APK di Jalan Pangeran Diponegoro. APK salah satu partai itu berdiri di zona terlarang, bahkan disebut tebang pilih.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan, Abdullah Saidi mengatakan, tidak ada pengecualian dalam dalam menertibkan APk melanggar. Tetapi memang ada dua APK yang tidak diturunkan, yang pertama di Jalan Diponegoro atau di baratnya Arek Lancor, lantaran tidak disebutkan dalam SK KPU.

“Beberapa waktu lalu telah melakukan penertiban terhadap APK yang melanggar aturan bersama TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berdasarkan surat rekomendasi dari KPU,” kilahnya, Selasa (15/1/2019).

Pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan KPU, Satpol PP, Perizinan, Dinas Perhubungan (Dishub) dan partai politik untuk membicarakan hal tersebut. Hasilnya, APK calon legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu harus diturunkan karena banyak sorotan dari masyarakat.

“Kami membuat rekomendasi kepada KPU agar merevisi SK sebelumnya, kemudian KPU menyampaikan kepada kami kalau SK-nya sudah direvisi dan di sana masuk zona terlarang. Akhirnya kami buat lagi surat rekomendasi kepada Satpol PP untuk diturunkan. Dan sekarang sudah menjadi tanggung jawab Satpol PP,” jelas Saidi.

“Saya tidak ingin Bawaslu dibilang tebang pilih, dan semua APK yang melanggar harus diturunkan. Kedua, adalah APK di Jalan Stadion, tapi informasinya di sana sudah diturunkan tadi malam oleh timnya,” tegasnya.

Terpisah, Ketua KPU Pamekasan, Moh. Hamzah mengaku, sudah memberikan rekomendasi kepada Bawaslu terkait zona-zona terlarang. APK yang ada di dalam kota harus diturunkan sesuai aturan yang berlaku.

“Begini, sebenarnya sudah disepakati bahwa area di dalam kota itu tidak boleh. Makanya kami buat batasan-batasan, misalnya di sebelah barat dari Jalan Dirgahayu ke barat itu boleh, kalau di selatan ke selatan Jalan Trunojoyo itu boleh, di timur itu ke timur Asem Manis boleh, dan ke utara sana setelah simpang tiga Tambung itu boleh,” jawabnya.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.