Pengrajin batik di Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Pengrajin batik menyambut baik rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) pakai batik khas daerah setempat.

Dikatakan oleh pengrajin batik asal Banyuamas, Desa Klampar, Proppo, Abd Rahman, dengan kebijakan itu akan berpengaruh pada meningkatnya produksi batik di Pamekasan, jika perlu bukan hanya ASN yang wajib pakai batik.

“Semoga dengan adanya kebijakan itu pengrajin semakin meningkat karena selama ini usaha batik kurang (menguntungkan),” katanya, Rabu (16/1/2019).

Namun, ia berharap dalam pembelian batik nantinya tidak dipermainkan. ASN diharapkan beli batik langsung kepada pengrajin atau pedagang agar merata.

“Artinya jangan beli ke satu orang saja, biar semua pengrajin batik juga menikmati kebijakan itu,” tutup Abd Rahman.

Rencana itu disampaikan oleh PJ Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Moh Alwi, upaya tersebut untuk meningkatkan produksi batik tulis asli Gerbang Salam. Kebijakan itu, akan di berlakukan setiap hari Kamis dan Jumat. Hal itu sebagai wujud nyata hubungan pemerintah dengan pengrajin batik.

“Ini upaya kongkrit meningkatkan taraf hidup para pengrajin batik,” tambahnya.

Dengan kebijakan itu, ia berharap produksi batik Pamekasan meningkat serta kecintaan para pejabat kepada batik semakin bagus.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.