Sampang, (Media Madura) – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menyiapkan anggaran Rp 1.250.000.000 dalam program bloge grant. Dana tersebut berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2019.

Program hibah itu bertujuan untuk membantu IKM dalam peningkatan mutu kualitas dan kuantitas produksi. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pengadaan bantuan alat produksi IKM genteng dengan anggaran Rp 622.500.000, pelatihan pembuatan alat dapur Rp 100 juta, dan pengadaan tungku bakar genteng di Kecamatan Karang Penang dengan anggaran Rp 500 juta. Sementara sisanya digunakan untuk kegiatan sosialisasi.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Sohebus Sulton meminta agar dinas terkait maksimal dalam merealisasikan program tersebut. Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan program, pengadaan alat hingga realisasi bantuan yang tepat waktu dan tepat sasaran.

”Program harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, jangan sampai realiasasinya molor seperti tahun lalu, alasannya mesin masih dirakit dan semacamnya,” pintanya, Rabu (16/1/2019).

Politisi Partai Gerindra ini berharap bantuan tersebut bisa mendorong pertumbuhan IKM di Kota Bahari. Dengan demikian, taraf perekonomian masyarakat bisa meningkat.

“Kami harapkan pelaku IKM bisa terus semangat untuk menghasilkan produk yang memiliki daya jual tinggi dan mampu bersaing dengan produk luar daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perindustrian Disperdagprin Sampang Imam Rizali mengatakan, program tersebut ditujukan kepada IKM yang mengajukan permohonan tahun lalu. Kemudian, dilakukan peninjauan atau survei ke lokasi guna melihat dan menilai terkait kelayakan IKM tersebut.

Ada 19 kelompok IKM yang berhak mendapat bantuan alat dan pembinaan. Perimciannya, 18 kelompok IKM genteng di Kecamatan Karang Penang, dan satu IKM pengrajin alat dapur di Desa Pecanggaan, Kecamatan Torjun.

Program bloge grant tahun ini, lebih diprioritaskan untuk para pelaku IKM di Kecamatan Karang Penang. Sebab, dari 1.400 pelaku IKM genteng di lokasi tersebut hanya 75 yang sudah akan mendapatkan bantuan mesin pengolah tanah. Artinya, masih ada 1.325 IKM yang belum tersentuh bantuan.

”IKM genteng yang akan mendapat bantuan mesin pengolah tanah berjumlah 15 kelompok, penggunan alat diatur secara bergantian,” tuturnya.

Untuk pelatihan produksi alat dapur akan diikuti sekitar delapan pengrajin dangdang dan wajan yang sudah tergabung dalam kelompok. Pelatihan tersebut baru dijalankan tahun ini. Tahun sebelumnya pelatihan diberikan kepada kelompok IKM batik dan camilan di Kecamatan Banyuates dan Camplong.

”Selain diberi pelatihan produksi, mereka juga akan diberikan pembinaan dan pemasaran produk,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pengadaan tungku bakar genteng hanya ada satu paket dan akan ditempatkan di Desa Telambah, Karang Penang. Bantuan tersebut dinilai penting untuk dilaksanakan karena selama ini rata-rata tungku bakar yang digunakan warga masih konvensional dan tidak memenuhi standart produksi.

”Bantuan tungku bakar akan digunakan tiga kelompok IKM, tungku itu bisa membantu mempermudah dan mempercepat proses pembakaran dengan kapasitas sekitar 2-3 ribu biji genteng dengan kualitas super,” terang Imam.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan kapan program tersebut akan dilaksanakan. Sebab, hingga saat ini daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) belum turun.

“Program ini merupakan hibah dari pemkab, jadi DIPAnya harus disetujui dan ditanda tangani bupati baru,” terangnya.

Dikatakannya, hingga saat ini ada beberapa kelompok IKM penerima bantuan yang belum memiliki surat izin usaha perdagangan (SIUP) dari dinas perizinan. Pihaknya sudah meminta kepada semua IKM agar kelengkapan izin usaha segera diurus.

”SIUP menjadi salah satu persyaratan untuk bisa mendapatkan bantuan, kalau sampai triwulan pertama izin itu belum dimiliki, bantuan akan dialihkan kepada IKM yang lain,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.