Sampang, (Media Madura) – Peranan jamban memiliki kaitan yang sangat luas. Jika semua orang memiliki perilaku sehat dengan Buang Air Besar (BAB) pada tempatnya maka bisa mengurangi resiko penyakit diare.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Asrul Sani, mengatakan daerahnya masih membutuhkan sekitar 4 tahun untuk menciptakan seluruh desa bebas BAB sembarangan. Dari 186 desa di 14 Kecamatan se-Kabupaten Sampang hanya ada 48 desa sudah bebas BAB sembarangan.

“Masyarakat di 48 desa ini menggunakan toilet pribadi, umum dan sebagainya,” ujarnya. Minggu (13/1/2019) siang.

Sedangkan sisanya, lanjut Asrul, 138 desa membutuhkan waktu cukup lama untuk menciptakan kesadaran masyarakat hidup bersih dan pengadaan fasilitas lainnya. Untuk itu, pihaknya terus melaksanakan ODF (Open Defecation Free) di seluruh desa.

“Tahun 2019 ditargetkan mencapai 39 desa supaya bebas buang air besar sembarangan bisa mencapai 50 persen, kami akan tingkatkan ODF pada 2019 ini,” katanya.

Dia menyampaikan, masyarakat agar selalu hidup bersih karena sangat berpengaruh negatif pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

“Kami harap masyarakat bisa membiasakan diri terutama anak-anak agar dibiasakan buang air besar tidak sembarangan, hal ini juga bisa menekan terjadi penyakit diare,” tutupnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.