Ilustrasi

Pamekasan, (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mendesak Bupati segera mengisi kekosongan tujuh kursi pejabat penting.

Tujuh jabatan tak terisi itu adalah sekretaris daerah, inspektur inspektorat, dua staf ahli, asisten, kepala badan perencanaan pembangun daerah (Bappeda) dan kepala dinas pertanian. Tujuh jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong itu harus terisi oleh pejabat eselon II.

Kekosongan pejabat eselon II akan bertambah menjadi sembilan pada bulan Maret mendatang. Yakni jabatan Kadinkes dan Kabakesbangpol yang juga masuk masa pensiun.

Dikatakan oleh anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pamekasan, Rize Ikhwanul Muttaqin, bupati segera melakukan rotasi pejabat eselon II dan itu harus dipilih berdasarkan kemampuan di bidangnya.

“Itu harus segera terisi, tentunya yang kompeten dibidangnya,” katanya, Sabtu (12/1/2019).

Bahkan Wawan sapaan akrabnya Rize Ikhwanul Muttaqin, menyarankan Pemkab mengganti kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak inovatif dan terkesan mempersulit program pemerintah. Seperti, OPD yang tidak mampu menyerap anggaran.

“Kursi pejabat harus diisi dengan sosok yang mampu menterjemahkan program bupati, agar program tidak tidak amburadul,” tambah politikus Golkar ini.

Pengisian pejabat itu selain wewenang Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, juga harus memenuhi syarat harus mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Pendaftaran juga dilakukan terbuka dan melalui tahapan seleksi.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.