Ilustrasi

Sampang, (Media Madura) – Sejumlah guru honorer K2 di wilayah Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mulai hari ini melakukan aksi mogok kerja, Senin (24/9/2018).

Aksi ini dipicu regulasi rekruitmen CPNS 2018 yang menurut mereka tidak berpihak pada keadilan. Saat ingin mendaftar tes abdi negara, honorer K2 sudah berusia diatas 35 tahun. Padahal pengabdian selama mengajar sudah puluhan tahun.

“Aksi mogok kerja ini sebagai bentuk protes terhadap UU ASN dan Permen PAN-RB Nomor 36 dan 37 tahun 2018 syarat dalam penerimaan CPNS,” ujar Sucipto Riyadi guru honorer K2 yang mengajar di SDN Olor II Kecamatan Banyuates.

Pria yang mengabdi sejak 2003 ini mengatakan, aksi mogok mengajar itu merupakan inisiatif dari beberapa rekan lainnya untuk menyuarakan aspirasi guru K2. Mereka mendesak pemerintah setempat harus memperjuangkan nasib ratusan tenaga K2 di Kabupaten Sampang yang sudah berusia lebih dari 35 tahun, terlebih bisa mendaftar rekruitmen CPNS 2018.

“Kami tidak mengatasnamakan forum karena hasil rapat beberapa waktu yang lalu akan mengadakan audiensi, tapi temen-temen di bawah tidak terbendung, pemerintah daerah menolak ke pusat terkait permintan itu,” katanya.

Senada disampaikan, Irfan seorang guru SDN Banyuates IV. Dia menuturkan, aturan penerimaan CPNS 2018 dinilai tidak berpihak kepada tenaga K2 khususnya di Kota Bahari ini.

“Kami berharap agar pemerintah setempat bisa memberika solusi dan jawaban pasti terkait nasib kita kedepan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Pembinaan Aparatur (Inpra) BKPSDM Sampang Suyono, mengaku tidak mendengar adanya tenaga K2 yang melakukan aksi mogok mengajar atas aturan tersebut.

“Kami belum dengar mas, dan terkait Perpen itu kami tidak bisa apa-apa mas, kami sudah berkali-kali mengajukan, tapi itulah keputusan pemerintah pusat,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.