Ribuan massa Guru Honorer K2 di depan kantor DPRD

Sumenep, (Media Madura) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Edi Rasyiadi menyatakan, tenaga honorer Kategori 2 (K2) Guru punya kesematan luas pada seleksi tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018.

Katanya, dari 372 jatah formasi CPNS Sumenep, 163 diantaranya dikhususkan kepada K2 guru. Sementara untuk formasi guru non K2 hanya 40 orang. Sedangkan tenaga kesehatan 125 orang, dan tenaga teknis 44 orang.

“Jadi, pada rekruitmen CPNS 2018 sudah memberikan prioritas pada Honorer K2 guru,” tutur Edi Rasyiadi, Kamis (20/9/2018).

Menurutnya, dalam persyaratan memang salah satunya untuk K2 memang usia maksimal 35 tahun, pendidikan lulusan strata 1, dan bagi tenaga honorer K2 yang pernah mengikuti seleksi tahun 2013, diminta melampirkan scan kartu tanda bukti nomor ujian.

“Yang menentukan persyaratan itu bukan kami di daerah, melainkan dari pusat. Dalam hal ini, daerah hanya sebagai pelaksana,” terangnya.

Mantan Kadis PU Bina Marga itu menambahkan, untuk seleksi CPNS tahun 2018 dilakukan melalui sistem Computer Assisted Test (CAT). Sistem CAT ini dipakai untuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Kami akan mengupayakan agar tes CPNS tahun ini bisa digelar di Sumenep, agar peserta tidak perlu jauh-jauh ke luar kota untuk mengikuti tes,” ucapnya.

Sementara untuk tuntutan Honorer K2 yang meminta diangkat langsung menjadi CPNS, Edi mengatakan pihaknya sudah menyampaikan ke MenpanRB, dan mungkin masih dalam kajian.

“Sudah kita usulkan untuk honorer K2 diangkat langsung sebagai PMS tanpa tes, mungkin masih jadi kajian di MenpanRB,” kata Edi saat menemui unjuk rasa Honorer K2 hari ini.

Ditegaskan Edi, pihaknya saat ini hanya menindaklanjuti dan menjalankan surat edaran pusat, dalam hal ini MenpanRB. Namun begitu, Edy berjanji jika ada pengambilan khusus di kemudian hari, maka akan disampaikan kepada para honorer K2 yang telah lama mendedikasikan dirinya untuk bangsa dan negara.

“Pada saat perekrutan CPNS kali ini, kami hanya menindaklanjuti hasil surat MenpanRB, jadi kalau seandainya dalam perjalanan waktu ada pengambilan khusus, akan kita komunikasikan lebih lanjut,” tukasnya.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.