Pamekasan – Petani di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mulai serius dalam mengembangkan komoditas pertanian jenis bawang merah.

Petani di desa ini bahkan mempunyai strategi khusus dalam mengembangkan tanaman bawang merah ini demi mendapatkan hasil panen yang berkualitas.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Bapak Gabul, petani asal Dusun Lekoh Timur ini, ia menanam bawang merah di lahan seluas 800 meter persegi dan hasilnya sangat memuaskan.

Bahkan di desa ini digelar panen raya yang dilakukan aparat desa setempat dengan dihadiri oleh Danpos Koramil 0826/12 Kadur Serma Suadi bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serda Mulja’i dan Serda Syaifudin Suhri serta Bhabinkamtibmas Bripka Andri. Rabu ( 12/09/18 ).

Dalam kesempatan tersebut, Danpos Koramil Kadur Serma Suaidi mengatakan, panen bawang merah ini pertama kali dilaksanakan di wilayah kecamatan Kadur yang merupakan program uji coba pengembangan tanaman bawang merah dengan menggunakan bibit unggul.

Program ini tidak lepas dari sokongan Dinas Pertanian Pamekasan dengan sejumlah bantuan yang disalurkan, seperti pupuk kompos dan benih.

“Melihat kondisi tanah di Kecamatan Kadur sangat berpotensi untuk pengembangan tanaman bawang merah. Ini merupakan kabar gembira bagi dunia pertanian Pamekasan,” katanya.

Panen perdana bawang merah hari ini, juga dihadiri Waka Polres Pamekasan Kompol Kurniawan, Kasat Binmas AKP Herul, Kapolsek Kadur, AKP Tirto,
Danposramil Kadur Serma Suadi, dan Ibu-ibu Bhayangkari dan Persit Kartika Chandra Kirana Ranting Kadur serta Kepala Desa Bangkes Hj Muslimah.

Kepala Desa Bangkes, Muslimah berharap kedepan petani bawang merah terus mendapatkan dukungan sehingga produksi bawang merah mencukupi kebutuhan masyarakat dan tidak perlu mendatangkan bawang merah dari luar, terlebih bisa menambah perekonomian warga.

“Dengan keberhasilan ini, akan memotivasi petani lainnya untuk dapat meningkatkan taraf hidupnya,” tandasnya.

Reporter : Ist
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.