Pamekasan – Personil TNI, PNS dan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLV Kodim 0826 Pamekasan menerima Pembinaan Mental Rohani Triwulan III TA. 2018 dari Bintal Kodam V Brawijaya.

Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Makodim Jalan Letnan Maksum Nomor 12, Kelurahan Lawangan Daya Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, Kamis (06/09/18) pagi.

Pembinaan Mental Rohani mengambil tema : “Membina Keluarga Bahagia” yang disampaikan oleh Penceramah Nara Sumber Letkol Caj Drs Suanan MPdi Kepala Pembinaan Mental Kodam V Brawijaya-Malang.

Hadir dalam kegiatan, Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto, Ketua Cabang Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLV Kodim 0826 Ny. Nuryanto, Kasdim 0826 Pamekasan Mayor Inf Imam Suyoso SAg, Perwira Staf dan Danramil Jajaran Kodim 0826, Anggota Militer, PNS dan Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLV Kodim 0826 Pamekasan.

Dalam Sambutan Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto menuturkan, sungguh suatu kehormatan bagi Kodim 0826 Pamekasan atas kehadiran Kabintal Kodam V Brawijaya, yang mau turun langsung ke Kodim 0826 Pamekasan untuk memberikan pencerahan dalam kegiatan Pembinaan Mental Rohani.

“Kepada seluruh anggota dan Ibu-ibu Persit bahwa Pembinaan Mental Rohani ini adalah kegiatan yang sangat penting bagi kita semua, mari kita simak bersama apa yang akan disampaikan Bapak Kabintal Kodam V/ Brawijaya guna menata kehidupan yang lebih baik dalam hidup berumah tangga dan melaksanakan tugas kedinasan,” katanya.

“Apabila kita sudah melaksanakan dinas tidak baik tentunya dalam pembinaan dalam keluarga pasti tidak baik, sebaliknya bila kita sudah bisa melaksanakan dinas dengan baik tentunya pembinaan dalam keluarga dan kehidupan dalam bermasyarakat pasti akan baik,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Pembinaan Mental Kodam V Brawijaya Letkol Caj Drs. Suanan M.Pdi dalam ceramahnya menyampaikan dalam kehidupan rumah tangga suami istri jangan sekali-kali mengucapkan kata talak karena ini sangat sakral, secara hukum kalau suami menyatakan talak berarti sudah tidak punya hubungan lagi.

“Kita harus pandai-pandai bersyukur, ibu persit bersyukur sudah menjadi istri prajurit, bapak -bapaknya juga harus bersyukur karena sudah punya pasangan, makanya bapak-bapaknya wajib menjaga istrinya keluarga dengan baik,” urainya.

Dikatakan, ukuran bahagia adalah merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Oleh karena itu kembali lagi kepada bersyukur, bersyukur atas rejeki yang sudah ada.

“Indikasi rumah tangga bahagia, suami istri saling menyanyangi, mempuyai anak yang tumbuh sehat dan sholeh, pergaulan dalam keluarga baik, mendapatkan rezeki yang baik (halal) dan tidak jauh dari keluaga,” terangnya.

Diakhir ceramahnya, Kepala Pembinaan Mental Kodam V Brawijaya menekankan kepada seluruh Prajurit, PNS dan Ibu-ibu Persit agar waspada dengan faham radikalisme, jangan sampai faham radikal mempengaruhi dalam kehidupan seorang prajurit dan keluarganya.

Rilis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.