Rabu, Mei 18, 2022

LSM di Sampang Pertanyakan Penanganan OTT yang Tak Jelas

Must read

Sampang, (Media Madura) – Aliansi Sapu Bersih Sampang (Arbhes) menggelar audiensi dengan tim Saber Pungli di Pendapa Wakil Bupati Jalan Trunojoyo, Kota Sampang, Kamis (6/9/2018) pagi.

Belasan anggota LSM di Sampang ini menyoroti tindak lanjut penanganan operasi tangkap tangan (OTT) tim saber pungli dalam memberantas pungli.

Koordinator Arbhes, Tamsul mengatakan, pihaknya menggelar audiensi dengan tim saber pungli lantaran dari sejumlah penanganan tangkap tangan terkesan dibiarkan tanpa ada sanksi yang tegas.

Hal itu dibuktikan sejak penangkapan di tahun 2017 lalu. Ada 21 PNS dan pegawai terjaring OTT. Namun, penanganan hukumnya masih buram.

”Banyak masyarakat mempertanyakan hasil penindakan OTT di Sampang ini karena tida jelas,” ujar Tamsul usai beraudensi, Kamis (6/9/2018).

Tamsul menilai kinerja tim saber pungli terdapat kelemahan diinternal yang perlu diperbaiki, seperti tidak mempunyai kantor sekretariat. Padahal, dana operasional dianggarkan dari APBD.

Selain itu, ia juga menilai tim saber pungli seperti bekerja sendiri-sendiri alias tidak berkoordinasi antar lainnya.

“Kantor saja tidak ada ini juga berpengaruh terhadap kinerja tim saber pungli, bahkan saat mau audensi masih bingung mau menempati dimana,” tuturnya.

Pria asal Kecamatan Sokobanah ini mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi kinerja tim saber pungli. Meski hasil pertemuannya disampaikan bahwa penanganan PNS yang terjaring tangkap tangan ditangani oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

“Kami akan tanya ke bupati mengenai sanksi tegasnya, karena seperti yang kasus kemarin PNS yang terjaring ini
malah mendapat jabatan strategis,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Tim Saber Pungli Kompol Suhartono tidak mengelak bahwa selama ini kinerjanya masih belum terarah karena terjadi kendala-kendala di intenal Tim Saber Pungli. Setelah dilakukan pembenahan, tim saber pungli Provinsi Jatim memberikan pernyataan bahwa kinerjanya sudah mendekati baik karena sudah melakukan pemisahan dengan instansi seperti seragam yang dipakai maupun jabatan.

”Kami sudah perintahkan kepada bagian sekretariat untuk membuat Standart Operational Prosedure (SOP) agar segera dibahas,” terangnya.

”Untuk kasus OTT 2017 lalu sudah dijelaskan oleh satgas masing-masing seperti satgas tindak, yustisi Saber pungli maupun dari APIP sendiri,” imbuhnya.

Perwira pertama berpangkat satu melati emas di pundaknya itu menjelaskan, sebelum dibuatkan SOP acuan kerja tim Saber Pungli mengacu pada Perpres 87/2016. Tujuan saber pungli dikatakannya bertujuan untuk memperbaiki kinerja ASN.

”Yang kami harapkan dari OTT Pasar Srimangunan agar pengelolaan pasar lainnya agar sesuai dengan prosedur supaya dapat meningkatan PAD,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest article