Sumenep, (Media Madura) – Kekeringan terus melanda sebagian wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sejak tiga bulan terakhir, yakni  bulan Juni hingga bulan Agustus 2018 ini.

“Dalam tiga bulan terakhir, ada 27 desa yang tersebar di 10 kecamatan yang sudah mengalami kekeringan,” kata Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd Rahman Riadi, Kamis (30/8/2018).

Dari kekeringan itu, 10 desa kategori kering kritis dan 17 desa lainnya kering langka. Kata Rahman, untuk kebutuhan air, setiap harinya BPBD mendrooing air bersih ke lokasi kekeringan tersebut.

“Satunya desa yang terdampak kering kritis diantanya desa Batang-batang Daya dan Desa Jangkong, Kecamatan Batang-batang. Sementara kering langka diantaranya Desa Langsar, Kecamatan Saronggi,” paparnya.

Menurutnya, untuk droping air bersih pihaknya mengandalkan dana tahap petama sebesar Rp. 80 juta yang bersumber dati APBD tahun 2018. “Selama masyarakat membutuhkan, pasti kita kirim air bersih,” terangnya.

Nanun, untuk solusi jangka panjang,  pihaknya berharap agar pemerintah desa menyediakan tandon air, agar ketika mobil tangki datang dapat langsung disimpan di tandon yang telah ada.

“Selama ini ketika tangki air datang, dimasukin ke jeregen warga satu per satu. Dalam satu tangki membutuhkan waktu 2,5 jam. Tapi apabila ada tandon, 15 menit sudah selesai dan bisa mengirim ke desa yang lain,” pungkasnya.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.