Jonathan Judianto waktu sidak di Pasar Srimangunan mendapati sampah berserakan. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Belakangan ini pasar tradisional menjadi perhatian serius dari Penjabat (Pj) Bupati Sampang Jonathan Judianto. Alasan itu bukan tanpa sebab, selain karena pengelolaan retribusi PAD yang memprihatinkan, juga karena kebersihan lingkungan tidak diperhatikan oleh dinas terkait selaku pengelola.

Pada Sabtu (25/8) kemarin sore, Jonathan langsung melakukan sidak di Pasar Srimangunan Jalan KH Wahid Hasim. Hal itu guna memastikan laporan masyarakat terkait kondisi pasar yang kumuh, serta bukan selayaknya pasar sebagai pusat perekonomian.

Hasilnya, Jonathan mendapati tumpukan sampah yang berserakan di beberapa tempat termasuk berada di drainase atau pembuangan air, dan amburadulnya penataan lapak pedagang.

“Sangat kecewa melihat kondisi pasar seperti ini bau, kotor, dan kumuh, kemana petugas kebersihan pasar, kemana Kepala Pasar dan Disperindagprin, saya minta pertanggungjawabannya,” tegas Jonathan saat sidak waktu lalu.

Jonathan tampak semakin geram melihat amburadulnya penataan lapak pedagang karena hal itu membuat ketidaknyamanan pengunjung pasar. Lantas, Jonathan pun langsung menyentil ucapan terhadap Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagpri).

“Saya akan ajukan ke Kejaksaan agar mereka-mereka itu diselidiki karena ini menyangkut pelayanan publik, kok bisa lapak-lapak penjual tidak beraturan seperti ini, padahal masih banyak kios yang kosong tidak ditempati di lantai II,” terangnya.

Dengan kejadian itu dipastikan bahwa keseriusan kinerja Disperindagprin Sampang dalam menciptakan pasar tradisional yang memenuhi standart kelayakan masih setengah hati dan terkesan kurang diperhatikan, baik dari aspek kebersihan dan kesehatan.

Di Sampang ada sebanyak 25 pasar tradisional atau pasar rakyat tersebar di sejumlah kecamatan. Hanya ada 4 pasar rakyat memenuhi kelayakan, karena mayoritas pasar belum memiliki sarana penunjang yang memadai, seperti ketersedian kamar mandi, tempat ibadah, pengelolan sampah dan sebagainya.

Kepala Disperindag Sampang Wahyu Prihartono mengatakan kondisi mayoritas pasar rakyat perlu perbaikan, terlebih pengelolaan kebersihan lingkungan pasar. Pasanya, selama ini kondisi pasar masih sering terlihat kotor dan tidak menyehatkan, hal itu terjadi karena jumlah petugas dan sarana kebersihan yang sangat terbatas.

Selain itu, pola kerja yang diterapkan para petugas kebersihan di setiap pasar rakyat belum maksimal. Karena upaya pembersihan pasar hanya dilakukan manakala pasar sudah tutup, sedang pada pagi dan siang hari tidak dibersihkan, sehingga tumpukan sampah sulit dikendalikan.

”Sekitar 80 persen pasar rakyat belum memenuhi kelayakan, karena kondisinya masih kotor, tidak sehat dan belum memiliki fasiliats penunjang yang memadai,” jelas Wahyu.

Dirinya berjanji akan melakukan upaya pembenahan pengelolan pasar rakyat terlebih dapat mengurai persoalan kebersihan lingkungan pasar. Selain itu, pihaknya juga tidak segan-segan mengganti kordinator atau kepala pasar yang kinerjanya tidak maksimal.

“Sebenarnya persoalan kebersihan dan kesehatan lingkungan pasar sudah lama terjadi, tapi sampai saat ini belum teratasi dengan baik, mungkin nanti ada pergantian kepala pasar karena tidak bisa membawa kondisi pasar lebih baik, termasuk tidak bisa memenuhi target PAD,” janjinya.

Wahyu meminta para kepala pasar lebih giat dan tegas menindak para padagang yang tidak mau diatur, seperti membuang sampah bukan pada tempatnya, menempati area terlarang berjualan dan lainnya. pihaknya berkeyakinan jika padagang dan pemerintah dapat bekerjasama dan bersinergi, maka persoalan itu dapat teratasi dengan cepat.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.