Sekelompok Pramuka di Sumenep Rayakan Kemerdekaan RI di Bukit Grunggungan

Sumenep, (Media Madura) – Sekelompok anak pramuka dari Lembaga Pendidikan Pesantren Nurul Ulum, Dusun Topoar, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura, Jawa Timur merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 dengan cara berbeda, Jumat (19/8/2018).

Mereka mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Bukit Wisata Grunggungan di Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding.

Hebatnya, sebelum mengibarkan bendera NKRI di ketinggian tersebut, lebih dulu mereka melakukan perjalanan dan pendakian bukit menantang selama kurang lebih 5 jam.

“Kami mendahului kegiatan ini dengan menggelar upacara HUT RI di halaman madrasah bersama dewan guru, setelah itu anak-anak kami lepas melakukan pendakian,” tutur Pembina Pramuka LPP Nurul Ulum, Abd. Hamid, Jumat (17/8).

Menurut Hamid, LPP Nurul Ulum menggelar perayaan Hari Kemerdakaan hingga ke puncak Bukit Grunggungan yang berjarak lebih dari 10 kilometer dari lokasi madrasah bertujuan untuk mengenang perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan.

“Kegiatan mendaki bukit dan mengibarkan bendera Merah Putih di ketltinggian kami maksudkan agar kita semua khususnya siswa-siswi mengerti bagaimana susahnya bangsa ini meraih kemerdekaan yang sudah kita nikmati sekarang,” katanya.

Di samping itu, pihaknya juga ingin menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan wawasan NKRI melalui materi-materi kebangsaan yang diberikan oleh panitia di beberapa pos selama perjalanan.

“Kami ingin menanamkan semangat dan tradisi kerja keras kepada anak-anak, bahwa tidak ada kesuksesan yang bisa diraih dengan mudah. Mereka harus tahu, untuk mendapatkan sesuatu harus berjuang dengan sungguh-sungguh, sebagaimana para pahlawan dan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan,” paparnya.

Kemudian, selain mengibarkan bendera di ketinggian, anak-anak pramuka yang mayoritas masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (sebagian Madrasah Tsanawiyah) tersebut juga melakukan aksi makan bareng dengan menu nasi merah putih dan alas daun pisang.

“Ya, kita sengaja meminta anak-anak untuk membawa bekal nasi warna merah merah putih untuk dimakan bersama dengan alas daun pisang. Karena kami ingin ada karakter solidaritas yang terbangun diantara mereka sejak dini, karena itu sangat penting untuk NKRI ini,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.