Salah satu fasilitas olahraga lapangan futsal di Jalan Wijaya Kota Sampang yang rusak hingga kini belum diperbaiki, Selasa (14/8/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menganggarkan dana sebesar Rp 11.449.316.000 untuk program peningkatan sarana dan prasana (sarpras) olahraga tahun 2018.

Namun, dana miliaran itu tidak ditopang dengan penyediaan fasilitas yang memadai. Buktinya, masih banyak sarpras dan fasilitas olahraga milik pemerintah rusak tak terawat, seperti lapangan futsal di Jalan Wijaya Kusuma.

Pantuan medimadura.com, di lapangan diketahui bahwa rusaknya sarpras dan fasilitas yaitu pagar kawat bolong, tempat duduk retak, toilet dan ruang pengganti tidak bisa digunakan.

Akibatnya, minat masyarakat untuk menyewa lapangan minim. Karena banyak memilih menyewa kepada pihak swasta dengan fasilitas lengkap serta biaya
sewa relatif murah. Kondisi itu sangat berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Disporabudpar.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri, mengatakan selama ini keberadaan sejumlah lapangan olahraga out door di Jalan Wijaya Kusuma kurang diperhatikan oleh Pemkab Sampang. Disporabudpar selaku pengelola bidang olahraga hanya fokus mengelola dan mengembangkan lapangan in door.

“Padahal kondisi lapangan dan fasilitas lengkap sangat mempengaruhi minat warga untuk menyewa lapangan out door, apalagi ini bisa menjadi sumber utama pendapatan daerah,” kata Maniri, Selasa (14/8/2018).

Politisi PKB ini mendesak agar dinas yang dinahkodai Aji Waluyo itu bisa segera memperbaiki semua fasilitas olahraga yang rusak sehingga masyarakat bisa lebih berminat menyewanya. Apalagi, setiap tahun selalu disiapkan anggaran untuk program pemeliharaan rutin dan berkala sarpras olahraga senilai Rp 506.336.000.

“Kami harap realisasi program ini lebih maksimal,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pencapaian PAD dari sektor sewa lapangan pada 2016-2017 tidak mencapai target Rp 50 juta. Hanya terealisasi sekitar 30 juta.

Indikasinya, karena selama ini sistem pengelolaan dan pengembangan yang dijalankan tidak maksimal.

Menanggapi itu, dikonfirmasi melalui telepone Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo belum bisa dimintai keterangan. Meski pesan singkat dilayangkan tidak memberikan jawaban.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.