Warga kesulitan air bersih karena dampak musim kemarau (Dok/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Sebanyak 310 dusun di 78 desa yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dilanda kekeringan.

Koordinator Tim Rekasi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, Budi Cahyono mengatakan, 310 dusun yang mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau kali ini merupakan hasil pendataan terbaru berdasarkan hasil verifikasi dan laporan yang disampaikan aparat desa.

“Hasil pendataan ada 310 dusun yang tersebar di 10 kecamatan,” katanya, Selasa (7/8/2018).

Budi menjelaskan, pendistribusian bantuan air bersih ke dusun dan desa akan melibatkan Babinsa. Pada pendistribusian tahun ini pihaknya menggunakan sebanyak delapan armada tangki.

“Kami sudah mulai melakukan distribusi bantuan ke desa-desa yang dilanda kekeringan,” tambahnya.

Distribusi itu dilakukan dengan di antaranya empat tangki milik BPBD Pemkab Pamekasan dan empat tangki lainnya milik Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Pemkab Pamekasan.

“Jadi, ke-8 armada ini yang melakukan droping air di 310 dusun di 78 desa yang tersebar di 10 kecamatan di Pamekasan,” ujarnya.

Menurut Budi, ada dua jenis kekeringan yang terjadi di Pamekasan, yakni kekeringan langka dan kekeringan kritis. Kekeringan kritis terjadi, karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari. Jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan ketersediaan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih.

“Jadi ada pengurangan jumlah desa. Dulu 80 desa, saat ini 78 desa, tapi jumlah dusun yang mengalami kekeringan justru bertambah. Kalau dulu 299 dusun, kali ini 310 dusun,” terangnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

1 KOMENTAR

  1. Tak usa data terus pak tang desa aeng lakoh melleh..bujur tenggah tiap musim nemor kerng meloloh..bapak2 pejabat apa peih seekalakoh .bantuan dri pusat asabek dmah

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.