Pamekasan – Babinsa Kelurahan Jungcangcang, Serda Mashur Koramil 0826/01 Kota melaksanakan kegiatan pendampingan Tim Penyuluh Kesehatan Puskesmas Teja Barat dan Bidan Kelurahan Juncangcang dalam rangka Penjaringan dan Penyuluhan Penyakit Kusta.

Menurut Serda Mashur, tujuan dari penjaringan dan penyuluhan penyakit kusta untuk memberikan pemahaman kepada warga bila ada tanda – tanda maupun mengalami gejala yang terindikasi penyakit kusta. Hal ini sebagai langkah antisipasi dini untuk pencegahan lebih awal.

“Jangan pernah sepelekan jika terdapat bercak-bercak putih pada permukaan kulit, pasalnya bisa jadi itu adalah tanda awal dari penyakit kusta, penyakit ini tidak hanya akan merusak kulit, tetapi juga mengakibatkan kelumpuhan syaraf bagi penderitanya apabila tidak segera dilakukan pengobatan secara teratur,” ungkapnya.

Penjaringan dan penyuluhan ini, kata dia, sangatlah perlu, agar masyarakat lebih memahami mengerti dan berhati-hati dalam mendeteksi secara dini tentang penyakit kusta atau yang lebih dikenal secara umum adalah penyakit lepra.

Penyakit kusta dapat menular melalui kontak kulit dengan penderita dan percikan batuk atau bersin penderita. Kendati begitu penyakit ini sulit menular jika sudah mendapatkan pengobatan.

“Karenanya penderita kusta tidak perlu diisolasi atau dikucilkan tetapi diberikan dukungan moril untuk sembuh,” harap Serda Mashur

Tim Penyuluh Kesehatan Puskesmas Teja Barat, Dwi menuturkan, pada tahap awal kusta ditandai dengan timbulnya kelainan warna kulit, bisa berubah menjadi lebih terang atau bercak putih, kulit menjadi lebih gelap, dan kemerahan pada kulit. Kemudian pada tahap selanjutnya terjadi perubahan bentuk kulit berupa penonjolan kulit.

“Gejala lainnya kulit menjadi mati rasa sehingga penderita mudah sekali terkena luka karena tidak muncul rasa sakit ketika terluka,” ujarnya.

Dikatakan, penyakit kusta dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik khusus secara teratur, pengobatan dilakukan dalam dua bentuk yakni untuk tipe kusta kering dengan pemberian dua macam antibiotik selama enam bulan, sedangkan untuk tipe kusta basah dengan memberikan tiga antibiotik selama satu tahun.

“Kusta bisa disembuhkan dengan pengobatan teratur, bahkan tidak meninggalkan bekas. Kasus pada beberapa pasien sulit sembuh karena tidak teratur berobatnya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak segan-segan untuk berkoordinasi dengan pihak Puskesmas atau rumah sakit terdekat sehingga bisa melakukan tindakan pencegahan secara dini.

Rilis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.