Lahan pegaraman di Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Petani garam di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur menjerit karena garam rakyat tak lagi berpihak, hampir setiap pekan harga garam terus menurun.

Salah satu petani garam, Sahidin (65) menuturkan, awal bulan lalu harga garam rakyat masih berada di Rp 2.400 per kilogram, kemudian pekan lalu turun Rp 1.400 dan pekan ini menjadi Rp 1.300 per kilogram.

“Ya hampir setiap minggu harga garam rakyat turun. Sekarang harganya Rp 1.300 per kilogram. Harga tersebut benar-benar tidak layak,” ungkapnya, Selasa (31/7/2018).

Petani garam asal Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget ini mengungkapkan, harga garam saat ini terjun bebas karena sudah memasuki masa panen sejak awal bulan ini, sehingga produksi garam.

“Situasi begini kan menunjukkan bahwa garam kita sebenarnya melimpah, tapi mengapa masih ada rencana impor oleh pemerintah?,” ucapnya heran. 

Oleh sebab itu, pria yang telah puluhan tahun menggeluti garam berharap pemerintah lebih baik membantu supaya harga kembali stabil. Karena menurutnya, harga yang layak minimal Rp 2.250 per kilogram.

“Kami harap harga kembali normal seperti awal masa panen (awal Juli). Kasian petani garam apabila harga terus anjlok,” tukasnya.

Sekedar untuk diketahui, di Kabupaten Sumenep terdapat beberapa daerah penghasil garam yang selama ini dikenal sebagai pemasok garam terbesar di Madura, diantaranya di Kecamatan Kalianget, Kecamatan Saronggi dan juga Kecamatan Gapura.

Sementara itu, pemerintah daerah tahun ini menarget produksi garam mencapai 260 ribu ton. Target tersebut lebih tinggi dari capaian produksi tahun-tahun sebelumnya, yaitu 2017 sekitar 232 ton dan tahun 2016 lalu yang hanya sekitar 17 ribu ton.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.