Sumenep, (Media Madura) – Gedung pendingin ikan yang berada di Desa Longos, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur telah selesai dibangun. 

Tetapi, sampainsaat ini bangunan tersebut masih belum difungsikan. Menurut informasi, alasan pemerintah belum memfungsikan karena masih menunggu lelang pihak ketiga sebagai pengelola. 

Untuk itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep mengingatkan eksekutif agar bangunan tersebut segera bermanfaat bagi nelayan, bahkan pihak legislatif berharap gedung tersebut tidak seperti proyek lainnya yang sampai saat ini mangkrak.

“Gedung pendingin ikan dengan sistem cold storage itu harus dimanfaatkan dengan baik, jangan sampai menjadi gedung seperti yang sudah ada, seperti klaster rumput laut, kemudian gedung pengering jagung yang mengkrak, serta beberapa gedung lainnya,” terang Anggota Komisi II DPRD, Masdawi, Selasa (31/7/2018).

Pihaknya juga meminta, supaya pihak ketiga yang mengelola pendingin ikan itu benar-benar profesional. Sebab, pihak ketiga juga menentukan, sejauh mana gedung yang dibangun senilai Rp16,5 miliar dari APBN itu akan dikelola dengan baik atau tidak. 

“Dari sebagian hasilnya akan masuk ke PAD Sumenep, karenanya harus dikelola pihak ketiga yang profesional, kalau tidak, selain tidak menyumbang kepada PAD, juga akan membuat gedung itu tidak bermanfaat,” katanya.

Sesuai konfirmasi ke Dinas Perikanan Sumenep, besaran sumbangan kepada PAD gedung tersebut saat ini masih dalam proses penghitungan oleh tim appraisal. Saat ini, penghitungan oleh tim appraisal belum selesai. 

“Untuk menentukan dan menghitung kontribusi kepada daerah itu berapa memang masih dalam proses. Karena pengelolaan pendingin ikan itu harus sumbang PAD,” tandas Politisi Partai Demokrat ini. 

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.