Ilustrasi

Sumenep, (Media Madura) – Sebanyak 617 bakal calon legislatif (Bacaleg) mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Mereka mendaftar melalui 16 partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019.

Ratusan orang tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai yang memang seorang politisi, ada pengusaha, ada pula akademisi serta masyarakat biasa. Meraka akan berebut 50 kursi di DPRD Sumenep yang dibagi dalam 7 Daerah Pemilihan (Dapil).

Namun, dari hasil pemeriksaan berkas oleh KPU setempat, terdapat ratusan berkas bacaleg tidak lengkap, seperti ijazah tanpa dilegalisir, riwayat hidup yang tidak dibubuji tanda tangan, dan lainnya.

“Disamping ditemukan adangan ijazah yang tidak dilegalisir, ada juga riwayat hidup bacaleg yang tidak ditanda tangani,” kata Ketua KPU Sumenep, A. Waris, Jum’at (20/7/2018).

Warits mengaku telah melakukan verifikasi sejak (16/7/2018) lalu. Karena ada satu Parpol, yakni Partai NasDem yang mendaftar paling awal, sebelum parpol-parpol yang lain mendaftar pada detik-detik berakhirnya masa pendaftaran.

“Hasil verifikasi berkas bacaleg, akan kami sampaikan kepada parpol besok siang. Setelah itu parpol yang berkasnya belum lengkap, diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan berkas hingga tanggal 30 Juli,” jelasnya. 

Mantan Sekretaris PCNU Sumenep ini mengungkapkan, dari 16 parpol di Sumenep, 8 parpol mengajukan bacalegnya dengan pola maksimal yakni 50 bacaleg. Ke 8 parpol itu adalah, PKB, PDIP, Golkar, NasDem, PAN, Hanura, Demokrat dan Gerindra. Sedangkan lainnya ada yang mengajukan 23 bacaleg dan bahkan ada yang hanya mengajukan 2 bacaleg saja.

“Dari 617 bacaleg itu terdiri dari 256 perempua dan 361 orang laki-laki. Mereka akan bersaing di 7 Dapil untuk kursi anggota DPRD Sumenep,” tandasnya. 

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.