Sampang, (Media Madura) – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sampang Eny Muharjuni, mengungkapkan tingkat konsumsi masyarakat terhadap ikan laut tergolong rendah. Hal itu dilihat dari minimnya transaksi jual beli ikan laut di sejumlah pasar tradisional. Selasa (10/7/2018).

“Ya, tingkat konsumsi ikan laut rendah bahkan belum mencapai target nasional,” ujar Eny Muharjuni.

Kata Eny, dalam hitungannya setiap tahun tingkat konsumsi masyarakat Sampang terhadap ikan laut belum mencapai angka maksimal 25 kilogram per kapita. Sedangkan, target konsumsi ikan Nasional per tahun mencapai 33 kilogram per kapita.

Dinas Perikanan mencatat, di tahun 2014 tingkat konsumsi ikan sebanyak 24,00 kg per kapita. Di tahun 2015, sebanyak 24,54 kg per kapita. Kemudian, tahun 2016 sekitar 24,74 kg.

“Untuk tahun ini belum didata,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat Sampang lebih banyak mengonsumsi ikan yang hidup di air tawar dibandingkan dengan air laut. Padahal, ikan laut banyak mengandung vitamin, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari.

Apalagi, secara geografis Kabupaten Sampang mempunyai potensi laut yang menjanjikan. Namun, kesadaran masyarakat masih rendah untuk mengambil manfaat yang terkandung.

”Kami menilai rendahnya tingkat konsumsi masyarakat terhadap ikan laut murni karena minimnya kesadaran warga dan harga ikan yang cenderung mahal atau naik tiba-tiba,” tuturnya.

Eny menambahkan, upaya pemerintah telah dilakukan dalam meningkatkan konsumsi ikan laut di Sampang, diantaranya sosialisasi program gemar makan ikan di semua wilayah serta lembaga sekolah. Terutama, di daerah yang minim konsumsi ikan laut yakni yang berada jauh dari pesisir pantai.

“Agar kesadaran warga bisa lebih terdorong untuk menjadikan ikan laut sebagai menu makan keluarga,” imbuhnya.

Sementara itu, seorang pedagang ikan laut di Pasar Srimangunan Sampang, Mutiah mengaku sebulan terakhir ini daya beli masyarakat terhadap ikan laut cukup berkurang. Biasanya, setiap kali jual dia mengaku bisa mendapatkan penghasilan Rp 600 ribu. Saat ini, hanya membawa pulang uang dagangan maksimal Rp 300 ribu.

”Biasanya, 15 hari setelah lebaran banyak warga yang membeli ikan, tapi sampai sekarang masih sepi,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.