Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto menggendong Khoirun Nisa saat menyambangi rumahnya di Desa Omben Kecamatan Omben, Minggu (1/7/2018) siang. (Ryan Hatiyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Penjabat (Pj) Bupati Sampang Jonathan Judianto menyatakan Khoirun Nisa (11) menderita penyakit Celebral Palsy (CP) bukan gizi buruk. Penyakit ini disebabkan oleh faktor saraf yang bisa terjadi pada bayi dan anak.

Bocah perempuan asal Dusun Sangsang, Desa Omben, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur itu awalnya diyakini mengalami gizi buruk, karena kondisi tubuhnya kurus kering kerontang.

“Bukan gizi buruk, karena kelainan bawaan sehingga asupan yang masuk ketubuh tidak maksimal, akhirnya kondisinya yang buruk bukan gizinya,” ujar Jonathan sesaat menyambangi kediaman keluarga Khoirun Nisa di Omben Sampang, Minggu (1/7/2018).

Pantuan mediamadura.com, kedatangan Jonathan beserta istri, Anna Eko Prapti, didampingi pejabat lain, membuat keluarga terharu. Sebab, pihak keluarga sebelumnya tidak menyangka bahwa penyakit yang diderita Nisa mengundang empati banyak pihak.

Apalagi, kondisi Nisa sudah sekitar 11 tahun tidak mendapat perhatian baik dari pemerintah desa setempat dan kecamatan maupun pihak lainnya.

Menurut pengakuan keluarga di hadapan Jonathan, untuk mengurangi tensi demam tinggi, bocah tersebut setiap harinya dibantu menggunakan kompres air yang ditempatkan di bagian tengkuk leher.

“Tahun kemarin berat badannya 12 kilogram, tapi terakhir ditimbang sekitar 8 kilogram,” kata ibu Nisa, Sumaniyah.

Dalam kunjungannya, Jonathan langsung memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk segera membantu menangani kesehatan Khoirun Nisa. Termasuk keluarga Khoirun Nisa, Abdus Salam (50) dan Sumaniyah (48), agar bisa terdaftar program
Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Sudah diperintahkan kepada dokter, orangtuanya juga harus dibimbing bagaimana cara memberikan asupan sehari-hari sesuai kebutuhan tubuh Khoirun Nisa, nanti dibantu pembuatan program KIS untuk perawatan medis,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Firman Pria Abadi, menyampaikan saat ini prognosis pasien tersebut terbilang bagus. Hanya perkembangan tubuh sedikit terganggu. Penyakit Celebral Palsy yang dialami Nisa, merupakan gangguan pada saraf pusat akibat infeksi otak.

“Bisa juga penyakit miningetis, mungkin sejak kecil sering panas tinggi dan kejang mengakibatkan lumpuh,” jelasnya.

Hal sama ditambahkan, Kepala Seksi (Kasi) Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang dr Dwi Herlinda Lusi Harini. Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan perawatan dini terhadap Nisa. Seperti memberikan cara agar tangan tidak kontraktur.

“Setelah mempunyai KIS bisa berlaku dirujuk ke rumah sakit, kalau kondisinya sehat betul 100 persen akan sulit, tapi paling tidak kedepannya melatih bisa mandiri yakni bisa duduk dan pegang sendok sendiri,” terangnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.