LARIS MANIS: Warga serbu lapak penjual orong ketupat di H-1 Lebaran Ketupat

Pamekasan, (Media Madura) – H-1 lebaran Ketupat di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur membawa berkah bagi penjual “orong” atau selongsong ketupat yeng terbuat dari janur kuning dan atau daun siwalan muda.

Seperti yang terjadi di Pasar Tradisional Keppo, Desa Polagan, Kecamatan Galis. Selongsong ketupat milik pedagang yang datang dari Desa Gagah, Kecamatan Kadur itu ludes terjual dalam sekejap.

Mariyah (44), satu di antara pedagang di Pasar Keppo mengatakan, yang dijualnya bukan hanya selongsong ketupat melainkan janur kuning dan daun siwalan muda yang belum jadi ketupat. Harganya pun dipatok lebih murah ketimbang yang sudah jadi selongsong.

“Kalau janur yang belum jadi Rp 6 ribu sebanyak 50 lembar, kalau daun siwalan muda Rp 10 ribu,” katanya kepada mediamadura.com, Kamis (21/6/2018).

Sedangkan, harga selongsong ketupat bervariasi, tergantung ukuran dan bahannya. Selongsong berbahan daun siwalan muda dibanderol dengan harga Rp 500 per biji. Sementara selongsong yang terbuat dari janur muda seharga Rp 300 ukuran kecil dan Rp 500 ukuran besar per biji.

“Kami jual setiap tahun, kalau tahun ini mulai dari kemarin. Alhamdulillah laku,” kata Mariyah (44).

Harga selongsong ketupat bisa lebih mahal jika bentuknya bervariasi atau bahan yang digunakan lebih dari dua lembar.

“Yang mahal kalau bahannya lebih dari dua lembar dan cara buatnya lebih lama,” jelas Mariyah.

Bagi masyarakat Pulau Madura termasuk salah satu kelompok masyarakat di Indonesia yang memiliki tradisi perayaan lebaran ketupat atau hari ketujuh Idul Fitri. Lebaran ketupat disambut dengan gembira dan penuh suka cita. Terlebih, pada lebaran ini semua orang akan membuat ketupat (katopak:Madura) sebagai menu utama hidangan.

Berikut bentuk dan nama ketupat :

1. Katopa’ Sangoh (Ketupat Bekal)

Ini adalah jenis ketupat yang bentuknya paling umum kita lihat, tidak hanya di Madura, tapi hampir di seluruh Indonesia.

Nama Katopa’ Sangoh sendiri didapat dari fungsinya yang bisa dijadikan bekal untuk bepergian, karena ketupat menambah tahan lama makanan.

2. Katopa’ Toju’ (Ketupat Duduk)

Seperti namanya, ketupat ini berbeda dengan jenis lain, yaitu bisa diposisikan dalam keadaan duduk.

3. Katopa’ Bhâbâng (Ketupat Bawang)

Dinamakan ketupat bawang karena bentuknya yang diyakini mirip bawang putih, meski kalau diperhatikan hampir tidak ada mirip-miripnya.

4. Katopa’ Kata’ (Ketupat Kodok)

Jenis ketupat ini sebetulnya hampir sama dengan ketupat Sango, cuma kalau diperhatikan lebih detail, jenis ketupat ini mirip kodok.

5. Katopa’ Kopè’ (Nama Ikan)

Bentuknya yang tipis memang sedikit mirip dengan ikan yang disebut Jhuko’ Kopè’ oleh masyarakat Madura.

6. Katopa’ Jhârân (Ketupat Kuda)

Jenis ketupat ini paling sesuai antara bentuk dan namanya, karena memang sangat mirip dengan kuda.

7. Katopa’ Pellèr

Entah siapa yang pertama memberi nama ketupat jenis ini, karena Peller dalam bahasa Madura berarti testis.

Saudara dari ketupat ini namanya Katopa’ Panglobâr (Ketupat Penghabisan).

Bedanya, ketupat Peller hanya mengunakan satu lembar janur, sedangkan Panglobar menggunakan dua lembar dan bisa dibuat tersusun.

Itulah 7 nama dan bentuk ketupat yang paling dikenal di Madura. Unik bukan? tapi sebenarnya tidak hanya itu saja, masih banyak lagi nama dan bentuk ketupat yang lebih unik lagi. So, berkunjunglah sendiri ke Madura.

Penulis: Rifqi/Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.