SERIUS: Para calon siswa mengisi formulir pendaftaran Madura United Football Academy U-16 di Kantor Pojur

Media Madura – Akademi Madura United rupanya harus mencetak formulir pendaftaran dengan jumlah banyak. Pasalnya, dibuka sejak 7 Mei kemarin ternyata pendaftaran akademi ini diserbu para calon siswa.

Tercatat, hingga hari ketiga total hampir ada 200 calon anak didik yang menyerahkan berkas-berkas administratif sebagai syarat mutlak untuk mengikuti tahapan-tahapan selanjutnya.

Dari jumlah tersebut, pendaftar tidak hanya datang dari Kabupaten Pamekasan saja. Namun, juga ada dari kabupaten lain di Madura.

Pendaftaran Akademi Madura United sendiri dilakukan di Kantor Pojur yang terletak di Jalan Raya Galis, Pagendingan Pamekasan.

Tingginya animo para calon peserta tersebut membuat Presiden Madura United, Achsanul Qosasi bangga.

“Lihat animonya dua hari ini cukup tinggi. Ada banyak yang sudah mendaftar dan menurut saya ini adalah cikal bakal Madura United masa depan,” kata Achsanul Qosasi.

“Prosesnya memang tidak bisa instan, karena selama ini banyak anak-anak muda di Madura yang memiliki bakat, kurang mendapatkan dukungan dari lingkungannya,” imbuh AQ sapaan akrabnya.

Selain minim dukungan dari lingkungan, AQ juga menyinggung mindset yang masih kental di masyarakat. Tapi, dengan adanya Akademi Madura United, AQ ingin mindset negatif itu dihapus. Kalau pun tetap ada, rubah dengan mindset positif untuk kunci sukses calon anak didik.

“Selama ini, jika ada anak yang berlatih serius kadang muncul goyonan -du dam-maah situ, kamanaah keyah mak kongse ari lari,” ucapnya.

Kesempatan bagi calon anak didik untuk mengenyam pendidikan di Madura United Football Academy U-16 masih terbuka lebar. Sebab, pendaftaran akademi masih ditutup pada 19 Juni mendatang.

“Madura United Academy serius, peserta juga harus serius, dan tentunya orangtuanya juga serius. Saya minta mereka dilatih sejak umur 14 tahun kalau bisa umur 12 tahun nanti dengan sistem festival. Mereka harus sudah bermain bola. Sehingga nantinya kita tidak akan kesulitan mencari bibit-bibit yang dari Madura,” pungkas AQ.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.