Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Penjabat (Pj) Bupati Sampang Jonathan Judianto belakangan ini mengaku kesulitan tidur setiap malam. Bukan karena gejala insomnia yang dialaminya. Jumat (8/6/2018).

Melainkan, salah satu hal yang membuat Jonathan tak bisa tidur adalah memikirkan Kabupaten Sampang yang banyak masalah dan masih banyak yang perlu dibenahi.

“Iya, memang benar (susah tidur-red), karena saya cinta sama Kabupaten Sampang, banyak hal yang harus dilakukan,” kata Jonathan dengan senyum penuh prihatin.

Ditemui mediamadura.com usai menghadiri apel gelar pasukan ‘Operasi Ketupat Semeru 2018’ di Mapolres Sampang, Rabu (6/7/2018) kemarin. Jonathan menyampaikan hal yang perlu dibenahi bagi Kabupaten Sampang yakni mulai dari merubah Mindset atau pola pikir terhadap perjuangan kepada masyarakat lebih ditingkatkan lagi.

“Termasuk kepedulian dan kejelian melihat persoalan, kemudian memikirkan solusinya seperti apa,” ungkapnya.

Berangkat dari rasa keprihatinan, lanjut Jonathan, melihat Kabupaten Sampang yang
ada di sebelah utara bagian timur pulau Jawa tersebut sungguh sangat miris.

Untuk itu, dirinya akan menyelesaikan tugas dalam memimpin Kabupaten Sampang sementara sebelum masa jabatan Pj berakhir.

“Jadi ketika masuk ke Kabupaten Sampang ditunjuk sebagai Pj Bupati sangat miris dan prihatin, makanya selalu dipikir setiap hari dan setiap malam sampai susah tidur,” tuturnya.

Kata Jonathan, prioritas program kerja yaitu pertama fokus di bidang pendidikan, kedua meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM), dan ketiga pola pembangunan berbasis pada kultural daerah.

Misalnya, kultural Sampang ada di bidang peternakan, maka hal ini perlu ditingkatkan untuk mendorong dan merubah pertumbuhan perekonomian masyarakat kecil.

Salah satunya seperti mendorong pertumbuhan bobot sapi dari 0,04 – 1 kilogram per hari. Sehingga, jika diakumulasikan pendapatan setiap orang untuk satu ekor sapi minimal Rp 2 juta per bulan.

“Kekurangan kita selama ini adalah kurangnya investasi di Sampang, jika ini (prioritas kerja-red) bisa dilakukan yakin menekan angka kemiskinan,” jelasnya.

Tak hanya itu, keempat adalah pola pembangunan berbasis pada kekuatan ekonomi kerakyatan. Contohnya, salah satu desa di Sampang merupakan penghasil Jambu Mente.

“Tapi selama ini yang dijual hanya Mente, daging lunaknya dibuang, padahal itu bisa berpotensi dibuat jus, selai roti, dan abon Mente, semua ini harus berbasis kepada apa yang dibutuhkan bukan apa yang kita mau, terpenting harus berubah Mindset,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.