Ismail

Pamekasan, (Media Madura) – DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menuding Pemkab setempat tidak maksimal dalam mengatasi pengangguran. Sebab, hingga kini angka pengangguran masih tinggi.

“Persoalan pengangguran ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah,” kata Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Ismail, Rabu (30/5/2018).

“Jika tidak, keberadaan pencari kerja yang setiap tahunnya tidak terserap oleh perusahaan, akan menjadi beban tersendiri,” terangnya.

Terlebih, menurut Ismail, jumlah perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja baru di Pamekasan sangat minim. Apalagi, kerja sama dengan perusahaan yang ada di luar daerah belum maksimal.

Ismail menyatakan, perlu adanya terobosan baru yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran.

“Harus ada inovasi dari pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran ini. Apalagi setiap tahunnya angka tenaga kerja tak terserap perusahaan mencapai 100 persen,” katanya.

Ismail menambahkan, pemerintah tidak boleh berpangku tangan terhadap persoalan tersebut. Pemerintah harus bisa memfasilitasi tenaga kerja lokal untuk bisa berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja baru. Salah satunya dengan membentuk perda tentang wirausahawan muda.

Dengan regulasi itu, pemerintah diharapkan bisa memfasilitasi pemuda yang baru menyelesaikan studi untuk menggarap usaha kecil. Sebab, jika hanya mengandalkan serapan tenaga kerja dari perusahaan yang berdomisili di Pamekasan, maka persoalan pengangguran tidak akan teratasi.

Selain itu, raperda wirausahawan muda juga bertujuan untuk membangun sinergitas antar organisasi perangkat daerah (OPD) yang berhubungan dengan peningkatan perekonomian, yang selama ini dinilai masih berjalan sendiri-sendiri. Bahkan cenderung mengedepankan ego sektoral.

“Dengan raperda tersebut, diharapkan program di tiap OPD memiliki target capaian yang terintegrasi dalam meningkatkan kesejahteraan warga, salah satunya dengan cara menumbuhkembangkan kewirausahaan,” Pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.