Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan dan Kasat Reskrim AKP Jeni Al-Jauza (kaos merah) saat melihat jenazah Holil diruang mayat RSUD Bangkalan, Jumat (25/5/2018) pukul 20.00 WIB. (Ryan Hariyanto/MM).

Bangkalan, (Media Madura) – Kepala Kepolisian Resor Bangkalan, Madura, Jawa Timur, AKBP Boby Paludin Tambunan, menyatakan dua pelaku spesialis begal ditembak mati saat beraksi di kawasan Jalan Raya Tangkel Suramadu, Kabupaten Bangkalan, Jumat (25/5/2018) siang.

Pelaku bernama Holil (41) dan Ahmad Fauzi (38). Keduanya warga asli Kabupaten Nganjuk yang lama menetap di Desa Tambing, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan. Mereka dilumpuhkan dengan timah panas di bagian lengan bawah sehingga tewas di tempat.

Video Penjelasan Polisi Begal Ditembak Mati di Bangkalan

“Pelaku terpaksa ditembak lantaran mencoba melawan menggunakan golok saat berhadapan dengan polisi,” ujar Kapolres Bangkalan AKBP Boby dalam press release di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, Jumat malam.

Boby menjelaskan, kejadian curanmor itu terjadi pada pukul 12.00 WIB di Perumahan Pondok Halim Desa Burneh. Kedua pelaku tertangkap basah melakukan pencurian sepeda motor oleh korban.

“Korban ini teriak maling, maling, sempat dikejar sama warga dan korban sempat melempar sebongkahan batu kena pelaku,” ungkapnya.

Pelaku melarikan diri ke arah pos polisi Junok. Disaat itu kebetelun ada petugas yang berpatroli dan mengejar para pelaku. Meski diberi timbakan peringatan, pelaku nekat melarikan diri.

“Pelaku ditembak kenak tangan dan jatuh, tapi mencoba melarikan diri lagi, kemudian pelaku sempat balik kanan untuk melawan polisi dengan mengeluarkan senjata tajam jenis golok, sehingga polisi menghadiahi timah panas,” jelasnya.

Boby didampingi Kasat Reskrim Bangkalan AKP Jeni Al-Jauza, menuturkan akibat kejadian tersebut satu pelaku bernama Ahmad Fauzi tewas ditempat. Sedangkan, Holil tewas di perjalan saat dibawa ke rumah sakit.

“Alhamdulilah tidak ada petugas yang terluka atas insiden ini, hanya ada satu anggota polisi mengalami luka lecet karena ditambrak kendaraan truck ketika pengejaran pelaku,” tuturnya.

Tak hanya itu, catatan kepolisian Bangkalan, pelaku Ahmad Fauzi ternyata merupakan residivis narkoba. Dia baru keluar penjara sejak Februari 2018 kemarin.

“Baru sekitar tiga bulan yang lalu pelaku Ahmad Fauzi keluar penjara setelah dihukum 6 tahun penjara,” terangnya.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa kunci T, dua senjata tajam, batu, dan identitas milik pelaku.

Saat ini, polisi sudah berkordinasi dengan keluarga kedua pelaku begal untuk pemakaman jenazah.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.