Ilustrasi / google

Pamekasan, (Media Madura) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jawa Timur, memprediksi musim kemarau tahun 2018 tidak akan berlangsung lama. Yakni puncak musim kemarau antara bulan Agustus hingga September.

“Musim kemarau tahun ini bakal tidak berlangsung lama, itu prediksi BMKG,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Budi Cahyono, Selasa (8/5/2018).

Akan tetapi kata Budi, meski musim kemarau tidak lama bukan berarti tidak akan turun hujan.

“Prakiraan cuaca itu tidak mutlak, meskipun musim kemarau bukan berarti tidak turun hujan,” tambahnya.

Tetapi untuk tahun 2018 diprediksi bukan kemarau basah seperti dua tahun sebelumnya, melainkan kemarau normal, karena sifat La Nina yang lemah. Namun secara waktu termasuk kemarau pendek lantaran hanya berkisar selama lima bulan dari prediksi awal musim kemarau.

“Jadi meskipun musim kemarau tetap dimungkinkan untuk hujan,” pungkas pria berkumis tebal itu.

Reporter: Rifqi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.