Petani Garam (dok/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Kebijakan Pemerintah pusat menetapkan kuota impor garam untuk kebutuhan industri sebanyak 3,7 juta ton pada 2018 dari sebelumnya 2,37 juta ton nampaknya masih menyisakan dampak signifikan di kalangan petani lokal.

Selain menurunnya minat kebutuhan pabrik terhadap garam lokal, persoalan harga garam di pasaran juga terkena imbas dari kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 9 Tahun 2018.

Menurut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan Nurul Widiastutik, meski harga garam rakyat saat ini masih berada di kisaran Rp 2.000 hingga Rp 2.500 per kilogram. Harga tersebut masih terdampak kebijakan pemerintah yang melakukan impor garam.

“Seandainya tidak ada kebijakan impor garam yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, maka kemungkinan besar harga garam rakyat masih berada diatas Rp 3000/kg petani garam lokal yang akan diuntungkan,” ungkapnya Senin (7/5/2018).

Lebih lanjut Nurul menjelaskan, tingginya harga garam tahun ini merupakan efek dari ketersediaan garam tahun lalu yang sempat terjadi kelangkaan. Harga garam di angka Rp 2 ribu, menjadi pedoman para petani garam di musim ini.

Selain itu, tingginya harga garam lokal saat ini, juga diklaim karena adanya beberapa perusahaan besar di Jawa Timur yang masih konsisten menyerap garam petani lokal. Sehingga garam Pamekasan juga bisa dipasok ke perusahaan besar.

“Belum lagi jika perusahaan tersebut juga mempunyai akses ke luar daerah,” katanya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan stok garam, Nurul berjanji melakuka langkah-langkah untuk mengantisipasi adanya kelangkaan garam, pihaknya akan berupaya mendorong petani agar bisa memproduksi lebih banyak garam tahun ini.

Selain itu, pihaknya juga akan menekan agar perusahaan-perusahan garam yang beroperasi di Pamekasan, bisa memperkaya segmen pasar untuk garam lokal. Sehingga, baik petani maupun perusahaan tidak akan lagi saling mengeluhkan harga maupun stok garam.

“Permintaan pasar terhadap garam lokal juga masih tinggi, kita akan berupaya agar tidak ada yang merasa dirugikan,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.