Pamekasan, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur memprediksi awal musim tanam tembakau tahun 2018 di mulai awal bulan Juni.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Bambang Edy Suprapto, prediksi itu dikarenakan cuacu sudah masyk musim kemarau, terhitung sejak akhir April yang di rilis oleh Badan Meteorogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jawa Timur.

“Prediksi musim tanam tembakau tahun ini awal Mei,” katanya, Senin (6/5/2018).

Bambang menambahkan, kemungkinan awal musim tanam daun emas itu bersamaan dengan umat muslim tengah melaksanakan ibadah puasa. Sehingga ia berharap harga tembakau tahun ini betul-betul berpihak pada rakyat.

“Semoga mendapatkan barokahnya ibadah puasa, sehingga harga tembakau mahal,” tambahnya.

Untuk tahun 2018 Break Event Poin (BEP) atau harga minimal tembakau di Kabupaten Pamekasan, Madura, dipatok sebesar Rp 39 ribu per kilogram. Hal itubberdasarkan hitungan biaya produksi yang dikeluarkan petani selama produksi di bawah.

“BEP tahun ini Rp 39 ribu, lebih besar dari tahun-tahun yang lalu,” tutur Bambang.

Dengan tingginya BEP itu diharapkan bisa menunjang kesejahteraan para petani tembakau di Bumi Gerbang Salam. Mengingat beberapa tahun terakhir banyak petani yang kurang beruntung.

BEP tembakau di Kabupaten Pamekasan setiap tahun mengalami kenaikan, pada tahun 2016, BEP tembakau Rp 32 ribu per kilogram, tahun 2017 sebesar Rp 34 ribu dan tahun 2018 terus naik menjadi Rp 39 ribu per kilogram.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.