Pamekasan, (Media Madura) – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pamekasan Ismail mengkritik capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bumi Gerbang Salam. Menurut dia, perkembangan IPM di Pamekasan tidak sesuai dengan julukan Kabupaten Pamekasan sebagai kota Pendidikan.

Karena dari data terakhir Badan Pusat Statistik Jawa Timur pada tahun 2017 angka IPM Kabupaten Pamekasan berada di urutan 32 dari total 38 Kabupaten dan kota se-Jawa Timur dengan nilai 64,93.

“Melihat angka IPM di Pamekasan ini sangat rendah maka kinerja Dinas Pendidikan (Disdik) disini perlu untuk dipertanyakan, karena Pamekasan yang dikenal dengan kota Pendidikan nyatanya IPM nya masih berada di urutan bawah,” ucap Ismail, Senin (7/5/2018).

Menurut Politisi Partai Demokrat itu Pemkab setempat telah menganggarkan 20 persen APBD untuk sektor pendidikan. Namun, dari anggaran 20 persen tersebut IPM Kabupaten tidak mengalami peningkatan, selalu berada di urutan 30 kebawah.

Melihat kondisi tersebut dirinya menyampaikan bahwa kinerja Disdik Pamekasan masih melempem dan perlu pembenahan.

“saya menyayangkan sikap Disdik yang sepertinya tak ada gairah untuk membuat terobosan baru, agar IPM di sini mengalami peningkatan. Kalau dibiarkan seperti ini terus, maka icon Kota Pendidikan harus dipertanyakan ulang,” tutupnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.