Dok/MM-Komisioner KPU Sampang Miftahur Rozaq

Sampang, (Media Madura) – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Miftahur Rozaq mengungkapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 di wilayahnya itu hanya berlaku satu kali putaran.

“Pilkada serentak di Sampang hanya satu kali putaran perhitungan suara,” kata Rozaq, Selasa (1/5/2018).

Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Sampang itu menjelaskan aturan tersebut mengacu pada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Serta, Undang-Undang No. 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota.

“Kalau pilkada sebelumnya yaitu adanya putaran kedua mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, tapi sekarang tidak dan hanya satu kali putaran, jika menang atau selisih satu suara saja, maka itu akan ditetapkan sebagai paslon terpilih,” jelasnya.

Rozaq menyampaikan, pelaksanaan pilkada untuk putaran kedua hanya berlaku di pemilihan Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang memiliki aturan khusus sebagai ibu kota NKRI.

“Kekhususannya terletak pada keterpilihan gubernur dan wakil gubernur yang harus mencapai lebih dari 50 persen suara,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.