Tradisi Pelet Betteng di Pamekasan.

Pamekasan, (Media Madura) – Tradisi ‘pelet betteng’ atau ritual yang biasanya dilakukan pada ibu hamil pertama yang usia kandungannya memasuki bulan ke 7.

Ritual Pelet Betteng ini sangat unik, pasalnya saat ritual dilakukan banyak peralatan yang tergolong menarik. Si calon ibu dimandikan dengan air yang sudah dicampur dengan bunga, biasanya bunga mawar merah.

Selain itu, di pangkuannya menggendong ayam, telur dan menggendong kelapa nerwarna kuning. Masyarakat Pamekasan menyebutnya “nyior gadding”. Kelapa kuning itu diberi tulisan huruf carakan, abjad latin dan huruf Hijaiah. Alat tulisnya biasanya menggunakan paku sehingga tulisannya tanpak jelas.

Gayung yang pakai menggunakan kelapa yang sudah di kupas, gagang gayung menggunakan ranting pohon bringin yang disertai daunnya lebat. Dalam ritual saat berlangsung dibacakan kisah Nabi Yusuf berbahasa jawa dan Khotmil Al-Qur’an mulai pagi hingga siang.

Salah satu tokoh asal Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Busiri menyatakan, pesan yang terkandung dari ritual tersebut ternyata tidak bertentangan dengan ajaran agama, karena itu semua ternyata termasuk Tafa’ulan (berdoa dengan perbuatan).

“Saya sebagai orang Madura selalu bertanya dalam pikiran, apa maksudnya dari ritual pelet betteng ini. Setelah cukup lama berpikir Alhamdulillah sebagian dari kandungan pesan itu bisa saya fahami sehingga saya tidak mudah menyalahkan tradisi yang sejak turun-temurun sudah di lakukan di Madura,” katanya, Minggu (29/4/2018) siang.

Ia menjelaskan, pesan yang tersirat dalam masing-masing perlengkapan ritual itu, memandikan calon ibu dengan air yang sudah di campur dengan bunga mengartikan agar si bayi kelak ketika keluar ke dunia menjadi anak yang tidak bau badan.

Menggendong ayam, artinya berdoa kepada Allah agar anak yang dikandungnya menjadi anak yang semakin tua semakin cantik atau tampan (Watoah Ajhem. Red Madura).

Mengendong telur, artinya berdoa kepada Allah agar kelahiran anak yg di kandung akan mudah seperti kemudahannya ayam bertelur.

Menggendong kelapa warna kuning, berarti berdoa kepada Allah agar anaknya mempunyai kulit yang kuning mulus, halus seperti warna kuningya kelapa itu.

Di kelapa dikasih tulisan Carakan Jawa, Arab dan latin, arti itu berdoa kepada Allah agar anak yang ada dalam kandungan ketika lahir kelak menjadi anak yang cerdas, pintar dan bisa membaca dan memahami Al-Qur’an.

Alat tulis yang digunakan paku sehingga bekasnya tanpak jelas, bekasn tulisan itu berarti berdoa kepada Allah agar ilmu yang didapatnya terus melekat dan bisa di amalkan hingga akhir hayatnya.

Gayungnya dari kelapa tua yang sudah di kupas, itu berarti berdoa kepada Allah agar anaknya kelak bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri dan juga bagi orang lain.

Gagang gayung terbuat dari ranting pohon beringin yang daunnya lebat, itu artinya berdoa kepada Allah agar anaknya kelak bisa menjadi orang yang kuat baik fisik maupun mental dan bisa memberi manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.