Surabaya, (Media Madura) – Sejumlah pengurus wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Jawa Timur, mendatangi kantor Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS), yang terletak di
Jalan Tambak Wedi Nomor 1, Kedung Cowek, Kenjeran, Kota Surabaya.

Kedatangan pengurus organisasi ini guna melakukan audensi dan berdiskusi tentang pembangunan di Madura.

Dalam audensi yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB itu juga membahas sejumlah hal, termasuk perkembangan terkini yang terjadi di Madura.

Ketua Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ismail A.Rahim menuturkan, kedatangan pengurus organisasi yang dipimpinnya itu untuk bersilaturrahmi, berdiskusi dan menyampaikan aspirasi tentang pembangunan di Madura.

Dikatakan, pembangunan di Madura dan sekitarnya harus memperhatikan nilai-nilai budaya Madura yang agamis dan berperadaban.

“Keterlibatan masyarakat Madura dalam pembangunan sangat pentingnya, sehingga kami meminta hal itu diperhatikan oleh BPWS,” katanya dalam audensi yang juga diikuti oleh perwakilan PC Pemuda Muslim se-Madura, Surabaya, Sidoarjo dan pimpinan wilayah pemuda muslim Jatim ini.

Selain itu, pihaknya mendorong agar pembangunan di Madura sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Madura.

“Dan pembangunan infrastruktur di Madura juga harus dibarengi dengan pembangunan manusia Madura, sehingga bisa memfilter budaya asing terkait dengan pengembangan wisata di Madura,” kata Ismail.

Sementara itu, Kepala devisi data dan informasi BPWS, IR Pandit Indrawan mengaku sangat apresiatif dan menyambut baik kedatangan sejumlah pengurus Pemuda Muslim tersebut.

Dikatakan, sejumlah poin yang didiskusikan dalam forum tersebut sudah sejalan dengan rencana program pembangunan BPWS, hanya saja masih ada sejumlah kendala.

“Kamu sangat setuju dengan usulan Pemuda Muslim, termasuk mempertahankan nilai-nilai budaya madura,” katanya dalam forum audensi tersebut.

Hanya saja, kata dia, banyak persoalan yang menjadi kendala dalam pembangunan di Madura, salah satunya pembebasan lahan.

Penulis : Ist
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.