Salah satu ruang kelas SMAN 1 Banyuates Kabupaten Sampang terlihat sepi tanpa ada aktifitas belajar mengajar, Jumat (20/4/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Suasana lingkungan sekolah di SMAN 1 Banyuates Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Jumat (20/4/2018), mendadak sepi tanpa ada kegiatan belajar mengajar.

Padahal, waktu menunjukkan pukul 07.00 WIB. Tak ada satupun siswa dan guru yang mau masuk kelas. Karena dari ratusan siswa di sekolah itu hanya ada tiga orang yang datang ke sekolah.

Kosongnya penghuni sekolah tersebut buntut adanya aksi demo siswa menuntut kepala sekolah Sugeng Harinanto mundur dari jabatannya, Kamis (19/4) kemarin.


Mereka menuding kepala sekolah tidak profesional dalam pencairan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), penarikan uang sarana dan prasaran Rp 100 ribu, serta pemecatan guru semena-mena.

“Ya kita terpaksa meliburkan diri karena masih kecewa terhadap kepala sekolah, semua tidak ada yang masuk sekolah, mungkin yang datang ke sekolah tadi hanya anak-anak OSIS,” ujar Jaka Pramista siswa kelas XII IPS I dihubungi mediamadura.com

Kata Jaka, ratusan siswa yang memilih tak masuk sekolah tersebut melibatkan dari kelas X, XI, dan XII SMAN 1 Banyuates. Mereka akan terus meliburkan diri selama Sugeng Harinanto mundur dari jabatannya sebagai kepala sekolah.

“Kita tetap pada awal tuntutan siswa, harus diganti kepala sekolah baru siswa mau masuk, dia tidak profesional mas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Banyuates Sugeng Harinanto, membantah bahwa seluruh siswanya meliburkan diri pasca aksi demo. Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya kedatangan pihak Muspika, dan tokoh masyarakat setempat dengan memberikan dorongan mendukung proses kegiatan belajar di sekolahnya tetap berlangsung.

“Itu informasi Hoax, kata siapa banyak siswa tidak masuk sekolah, buktinya tadi ada motivasi kepada siswa kok diruang kelas, bisa saya kirim foto kegiatan yang berlangsung tadi mas,” tegasnya.

Sayangnya, Sugeng enggan memberikan keterangan secara detail terkait tuntutan siswa yang meminta dirinya mundur dari jabatannya.

“Sekali lagi cukup satu pintu ada atasan kami di Dinas Pendidikan, silahkan tanya ke bagian sana,” tutupnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.