Bangkalan, (Media Madura) – Usai berkampanye di Desa Morkoneng, Kwanyar. Calon Bupati Bangkalan Farid Alfauzi menjenguk nenek Rukiyah warga Dusun Betes.

Nenek Rukiyah, seorang jompo, usai diperkirakan lebih 100 tahun. 7 tahun lumpuh tak berdaya. Hanya bisa baringan di ranjang bambu. Tanpa alas.

Rukiyah hidup sebatang kara, rumahnya gubuk bambu, lantai tanah, sangat tidak layak huni. Untuk makan bergantung belas kasihan tetangga. Kata warga Rukiyah belum pernah dapat bantuan dari pemerintah.

Rukiyah tergolong orang miskin yang tidak bisa dientas. Dikasih bantuan modal percuma. Apalagi pelatihan keterampilan.

Nenek Rukiyah hanya butuh makan yang cukup gizi. Kalau sakit ada yang mengantarkan dan gratis.

Saya yakin masih banyak Rukiyah-Rukiyah lain di Bangkalan. Mungkin jumlahnya ribuan. Apakah keberadaan mereka terdata oleh pemerintah? Saya ragu.

Untuk melayani orang-orang seperti nenek Rukiyah. Farid Alfauzi bisa belajar dari Azwar Anas, Bupati Banyuwangi. Banyuwangi punya contoh yang ideal.

Pemkab Banyuwangi bantu para jompo di sana. Diberi makan dua kali. Biaya ditanggung Pemda, nilainya 18 ribu sekali makan. Warung terdekat diajak kerjasama. Tugasnya mengirim makanan dua kali sehari. Mutu makanan harus baik.

Dengan cara itu, kondisi para jompo, tetap ada yang memantau. Apakah sehat atau sedang sakit. Bila sakit, bisa segera tertolong.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.