Ilustrasi

Sumenep, (Media Madura) – Meski sudah masuk kuota haji musim 2018, satu calon jemaah hai Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dipastikan gagal berabgkat ke Mekkkah. 

Pasalnya, calon jemaah tersebut dinyatakan tidak istithaah oleh Dinas Kesehatan, sehingga tidak diperbolehkan melunasi biaya haji, dan keberangkatannya ditunda hingga dinyatakan istitaah. Istithaah adalah kemampuan melaksanakan ibadah haji secara fisik, mental dan perbekalan.

Dalam regulasi baru yang dikeluarkan Kementerian Agama, jika calon jamaah haji tidak mendapatkan rekomendasi istithaah dari Dinkes, maka ia tidak bisa melunasi biaya haji dan otomatis ditunda keberangkatannya. 

“Dan di Sumenep ada satu orang jamaah yang tidak mendapatkan rekomendasi tersebut,” terang Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Sumenep, Moh. Rifa’i Hasyim, Selasa (17/4/2018).

Namun begitu, mantan Kasi Pendma iru enggan menjelaskan secara detail siapa dan alamatnya CJH yang gagal menunaikan ibadah haji tersebut.

“Jadi, awalnya kuota kita 623 orang. Dengan adanya satu orang yang tidak istito’ah, maka hanya ada 622 orang yang akan diproses administrasi keberangkatannya,” pungkasnya. 

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan