Tersangka saat digiring petugas di Mapolres Sumenep, Jumat (13/4/2018).

Sumenep, (Media Madura) – Sebut saja Bunga (17) namanya. Warga Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur itu harus rela kehilangan mahkota berharganya akibat terpedaya media sosial.

Semua berawal dari chatting via WhatsApp (WA) hingga dua lelaki yang dikenalnya melalui media sosial itu menyetubuhinya berkali-kali.

Dua pelaku kini sudah ditangkap dan diamankan di Mapolres Sumenep. Keduanya adalah Joko Saksono (22) warga Desa Karang Buddi, Kecamatan Gapura, dan Edi Faisal Ma’ruf (20) warga Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget. 

Wakapolres Sumenep, Kompol Sutarno menceritakan, peristiwa berawal saat Joko chatingan dengan korban lewat WA di rumah Edi. Kemudian pada saat chatingan itu Joko mengajak korban untuk ketemuan dan korban pun mengamini keinginan Joko.

Setelah itu, Joko mengajak korban untuk jalan-jalan dan korban juga mau dengan ajakan tersebut. Setelah itu, Joko membawa korban ke rumah Edi dan mengajak berhubungan badan.

“Tersangka Edi yang pertama hendak menyetubuhi korban, tapi karena barang Edi tidak cepat ereksi, Joko lah yang melakukannya lebih dulu, lalu Edi kemudian,” terang Sutarno, Jumat (13/4).

Selesai menyetubuhi dan mencabuli korban, kemudian korban minta untuk diantarkan pulang. Namun belum sampai di rumahnya, Edi diberhentikan di tengah jalan oleh ibu kandung korban.

Selanjutnya, Edi menelepon tersangka Joko dan menyuruhnya untuk menyusul ke rumah koban. Dibrumah korban itulah keduanya mengakui perbuatan bejatnya.

“Atas perbuatan para tersangka, ibu korban langsung melapor ke polisi, hingga para tersangka berhasil kita tangkap,” tandas Sutarno. 

Dari kasus tersebut, petugas kepolisian berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa, pakaian korban, tang top warna hijau tua, rok motif garis-garis warna putih, BH warna putih ungu kombinasi bunga-bunga, dan celana dalam warna ungu milik korban.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 76 E UU RI No. 17 tahun 2016, dan Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp 5 juta.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan