Korban digendong menuju mobil di Mapolres Sampang saat akan dilakukan visum ke rumah sakit, Rabu (11/4/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang, Madura, Jawa Timur, terus menyelidiki kasus dugaan pemerkosaan siswi Sekolah Dasar (SD), inisial FN (9), asal Desa Bire Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang.

Dalam penyelidikan, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Sampang meminta korban untuk menjalani visum kembali.

“Korban sudah dilakukan visum yang ketiga kalinya, terakhir tadi di RSUD Sampang,” kata Siti Farida Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jaka Jatim Korda Sampang saat mendampingi keluarga korban di Mapolres, Rabu (11/4/2018).

Farida menjelaskan, tiga visum dilakukan diantaranya pertama keluarga korban membawa FN ke Puskesmas Batu Lengir pada Jumat (6/4), kedua pada Sabtu (7/4) di RSUD Sampang sesuai permintaan penyidik, ketiga dilakukan pada Rabu (11/4) sesuai permintaan penyidik di RSUD Sampang.

“Visum yang dilakukan berulang kali ini pasti membawa dampak psikologis terhadap korban, entah apa penyidik minta visum lagi alasannya karena yang sebelumnya bersifat sementara,” ujarnya.

Saat ini, korban bersama keluarga datang ke Mapolres Sampang guna memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan. Selain itu, penyidik juga memanggil dua orang teman korban sebagai saksi pelapor.

Sementara itu, Direktur RSUD Sampang Titin Hamidah mengaku hasil visum korban pelecehan seksual belum bisa disampaikan kepada pihak keluarga korban. Mengingat permintaan visum adalah pihak penyidik.

“Hasil visum tidak bisa disampaikan ke keluarga hanya penyidik, karena atas dasar penyidik yang minta visum itu,” singkatnya menutup sambungan telepone.

Menanggapi itu, Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena kasus tersebut masih diselediki.

“Tunggu perkembangan selanjutnya, nanti kita sampaikan,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan