Bangkalan, (Media Madura) – Ratusan ribu orang mengantar jenazah KH Kholilurrohman ke peristirahatan terakhir. Ulama yang akrab disapa ‘Ra Lilur’ itu dimakamkan di kompleks pasarean Syaikhona Kholil di Desa Martajasah, Rabu, 11 April 2018. Tepat di samping makam Kiai Kholil AG.

Jenasah diberangkatkan dari rumah duka sekitar pukul 11.00 wib. Calon Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf tampak ikut memanggul keranda.

JL KH Muhammad Kholil Kelurahan Demangan hingga desa Martajasah sejauh kurang lebih 5 kilometer harus ditutup karena dipenuhi pelayat dan jadi parkir kendaraan.

Ra Lilur wafat di Desa Banjar, Kecamatan Galis. Sekitar pukul 10.00 wib Selasa malam, 10 April 2018. Di usia 83 tahun.

Ketika KH Zubair Munstashor, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil melayat. KH Imam Buchori cerita ke Kiai Zubair proses wafatnya Ra Lilur.

Ceritanya, Ra Lilur tiba-tiba minta ganti pakaian kepada pembantunya. Dia juga minta semua korden jendela ditutup dan kemudian minta diselimuti. Ra Lilur bilang hendak tidur.

Karena tak kunjung bangun sampai malam harinya, Cih Mus, pembantu Ra Lilur, lalu menelpon putra semata wayangnya KH Bir Aly.

Karena sedang tidak berada di Bangkalan. Ra Bir Aly lalu menelpon KH Imam Buchori agar menengok ayahnya. “Ternyata sudah meninggal,” kata Kiai Imam pada Kiai Zubair Munstashor.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.