Kepala Dinas Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, Abdullah Fanani. Foto : Mukmin Faisal/MM

Bangkalan, (Media Madura) – Mayoritas petani di Kabupaten Bangkalan bergantung kepada turun nya air hujan. tapi tidak untuk petani di Kecamatan Socah, mereka tertolong oleh saluran air primer yang bersumber dari Mata air Sumber Pocong (sungai Jambu).

Tetapi saat ini, saluran irigasi primer itu tak banyak membantu petani karena sering bocor.

“Hampir tujuh puluh persen saluran air mati, jadi kami memohon kepada Dinas pertanian dan komisi B untuk diperbaiki,” ucap Ruba’i perwakilan kelompok tani kecamatan socah saat mengadu ke Komisi B.

Masyarakat Kecamatan Socah, Rata-rata menananam padi sebanyak dua kalo dalam setahun, tetapi untuk tahun ini mereka teramcam hanya bercocok tanam sebanyak satu kali.

“daerah yang kena dampak itu, desa bilaporah karena lahan paling banyak disana, lalu mayoritad petaninya itu orang jaddih. dan desa keleyan yang tidak teraliri air sama sekali,” paparnya.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan Abdullah Fanani mengatakan jika pihaknya akan menampung keluhan petani Kecamatan Socah itu.

“kalau langsung di anggarkan sekarang kan tidak mungkin, mungkin nanti Di Perubahan Anggaran Keuangan(PAK),” tuturnya Jum’at 6 April 2018.

Abdullah Fanani Menambahkan jika Pengairan yang melingkupi satu Hektar lebih merupakan tanggung jawab Provinsi.

“saluran itukan mulai dari burneh, Tonjung sampai ke Socah, kami sudah ajukan penganggaran nya ke Komisi B tadi,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Sudarmono anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bangkalan menerangkan jika persoalan saluran Irigasi yang bocor tentu perlu penanganan secepat mungkin.

“jika di PAK nanti tidak bisa dianggarkan maka bisa ambil dari anggaran Pokir saya, karena termasuk Dapil saya,” terangnya.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan